Tampilkan postingan dengan label Kisah/Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah/Hikmah. Tampilkan semua postingan
Waktu lailatul qodar dan amalan yang dianjurkan di dalamnya

Waktu lailatul qodar dan amalan yang dianjurkan di dalamnya

 

Waktu Malam Lailatul Qodar dan Ibadah yang dianjurkan di dalamnya

Di Akhir bulan Romadhon setiap orang Mu’min pasti meningkatkan intensitas ibadahnya,karena sangat berharap mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar,untuk mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar tentu saja kita harus melaksanakan ibadah pada waktu yang tepat dan amalan yang tepat pula. Maka pada tulisan ini kita akan membahas waktu lailatul qodar dan amalan yang dianjurkan pada malam lailatul qodar.

I.                   Waktu malam Lailatul Qodar dan tanda tandanya.

Untuk mengetahui kapan terjadinya lailatul qodar ada baiknya kita menelaah kitab Ihya ‘Ulumuddin karya Imam Al Ghozali yang menjelaskan bahwa jatuhnya malam lailatul qodar bisa dilihat dari hari awalnya bulan Romadhon,yaitu

1.       Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Ahad atau Rabu,maka lailatul qodar jatuh pada malam 29 Romadhon.

2.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Senin,maka lailatul qodar jatuh pada malam 21 Romadhon.

3.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Kamis,maka lailatul qodar  jatuh pada malam 25 Romadhon.

4.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Sabtu,maka lailatul qodar jatuh pada malam 23 Romadhon.

5.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Selasa atau Jum’at,maka lailatul qodar jatuh pada tanggal 27 Romadhon.

 

Pendapat diatas adalah pendapat dan Ijtihad Ulama,dimana yang namanya hasil dari Ijtihad walaupun berdasarkan dalil,tentu ada orang yang sepakat dan ada pula yang berbeda pendapat,akan tetapi untuk afdholnya ada baiknya kita meningkatkan amalan yang baik selama sepuluh malam terakhir,bil khusus malam malam ganjil sepuluh hari terakhir,karena kalau kita meningkatkan intensitas ibadah di sepuluh malam terakhir bulan Romadhon,in syaa Alloh kita akan mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar. Nabi ﷺ bersabda :

اِلْتَمسوهَا في العشْرِ الأواخِرِ مِنْ رمَضَانَ في تاسِعةٍ تَبْقَى في سابِعةٍ تبْقَى في خامسَةٍ تَبْقَى(رواه البخاري)

Carilah malam kemuliaan di malam malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan,yaitu bila tinggal sembilan malam lagi,atau bila tinggal tujuh malam lagi,atau bila tinggal lima malam lagi.

 

Adapun tanda tanda malam lailatul Qodar bisa kita lihat pada hadits

إنّيْ رأيْتُ ليلَةَ القَدْرِ فأُنْسيْتُها وهي في العَشْرِ الأواخِرِ مِنْ لَيالِها وهي طَلْقَةٌ بِلْجَةٌ لا حارةٌ ولا باردَةٌ كأَنَّ فيها قمَرًا لا يَخْرُجُ شَيْطَانُها حتَّى يُضِيْئَ فَجْرُها(رواه أبو دود)

Sesungguhnya Aku telah melihat malam lailatul qodar,lalu aku dijadikan lupa kepadanya,malam lailatul qodar itu ada pada malam sepuluh terakhir(bulan Ramadhan),pertandanya ialah cerah dan terang,suhunya tidak panas dan tidak pula dingin,seakan akan padanya terdapat rembulan,setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya.

II.                Amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qodar

Kemuliaan malam lailatul qodar tidak bernilai apa apa,apabila kita tidak mengisinya dengan amalan yang utama,dan amalan utama pada malam lailatul qodar adalah :

1.       Sholat

Sholat adalah malan yang utama,begitu juga pada malam lailatul qodar,amalan utamanya adalah Sholat sunnah,sebagaimana hadits Rosulullloh ﷺ:

مَنْ قامَ ليلَةَ القَدْرِ إيْمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

Barang siapa yang melakukan sholat sunat di malam lailatul qodar karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh,maka diampunilah baginya semua dosa yang terdahulu.

2.      I’tikaf

I’tikaf adalah tinggal di masjid dengan maksud untuk taqorrub(mendekatkan diri kepada Alloh) dan disertai niat,I’tikaf adalah amalan utama pada malam lailatul qodar,Rosululloh ﷺ mengatakan dalam sebuah hadits :

وَعَنْهَا: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. Muttafaq Alaihi.

3.      Dzikir dan do’a,yaitu memperbanyak do’a yang dicontohkan oleh Rosululloh ﷺ, sebagaimana dijelaskan dalam hadits

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي " )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَالْحَاكِمُ

 

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: "bacalah (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku)." Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Hakim.  

4.      Qiroatul Qur’an,karena Al Qur’an diturunkan pada bulan Romadhon,maka membaca Al Qur’an merupakan salah satu amalan utama di bulan Romadhon,termasuk pada malam lailatul qodar,oleh karenanya bulan Romadhon juga disebut bulan Al Qur’an. dijelaskan dalam hadits tentang keutamaan qiroatul qur’an di bulan Romadhon.

الصِّيامُ والقِيامُ يَشْفعانِ للعبْدِ يومَ القيامةِ،يقول الصّومُ :ربِّ مَنَعْتُهُ الطّعامَ والشّرابَ بالنّهارِ،ويقول القرأن : ربِّ منَعْتُهُ النّومَ باللّيلِ فَشَفِّعْنا به(رواه أحمد)

Shaum dan Al Qur’an keduanya bisa memberikan Syafa’at pada hari qiyamat. Shaum berkata : wahai Robb ku,aku telah mencegah dia(hamba) untuk makan dan minum pada siang hari,dan berkata Al Qur’an : wahai Robb ku,aku telah mencegah dia untuk tidur pada malam hari,maka izinkanlah kami memberikan dia syafa’at.

 

Wallohu A’lam bishshowab

 

 

 

Keutamaan dan asal usul malam Lailatul Qodar

Keutamaan dan asal usul malam Lailatul Qodar

 Keutamaan dan sejarah Malam Lailatul Qodar

Diantara keutamaan bulan Romadhon adalah adanya satu malam yang sangat mulia di dalam bulan tersebut  yang disebut dengan malam kemuliaan atau malam Lailatul Qodar,sebagaimana disabdakan Rosulullohﷺ dalam sebuah hadits dari Abu Hurairoh.R.A

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ رضِي الله عنه قال : لَمَّا حضرَ رمضَانُ قال : قال رسولُ الله ﷺ: قَدْ جاءَكُمْ شَهْرُ رمضانَ شَهْرٌ مُبارَكٌ افْترَضَ الله عليكُمْ صِيامَهُ  تُفْتَحُ فيه أبوابُ الجَنّةِ وتُغْلَقُ فيه أبوابُ الجحيمِ وتُغَلُّ فيه الشّياطينُ،فيه ليلةٌ خَيرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خيْرَها فقدْ حُرِمَ(رواه أحمد)

Dari Abu Hurairoh Rodhiallohu ‘Anhu menceritakan bahwa ketika Ramadhan tiba,Rosululloh ﷺbersabda : Telah datang kepada kalian bulan Romadhon,bulan yang diberkati. Alloh telah memfardhukan pada kalian untuk berpuasa di dalamnya. Didalamnya dibukakan semua pintu surga dan ditutup rapat rapat semua pintu neraka,dan syetan syetan dibelenggu. Didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya(Lailatul Qodar) berarti dia telah terhalang (dari semua kebaikan)

Dalam membahas malam Lailatul Qodar,penulis akan membahas beberapa hal yang terkait malam kemuliaan tersebut,dan yang akan kita bahas adalah mengenai keutamaan da nasal usul malam Lailatul Qodar.

I.                   Keutamaan malam Lailatul Qodar

Membahas tentang keutamaan malam Lailatul Qodar,ada banyak keutamaan malam tersebut,diantaranya

1.       Malam diturunkanya Al Qur’an(Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan(Qs Al Qodar :1),menurut mayoritas Ulama pada malam Lailatul Qodar Al Qur’an diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh di langit yang ke tujuh ke Baitul Izzah di langit yang keempat,sebelum diturunkan secara bertahap yang dimulai pada bulan Romadhon(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)Qs Al Baqoroh : 185)

2.      Lebih baik dari seribu bulan yang didalamnya tidak ada lailatul qodar (Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.Qs Al Qodar :3)

3.      Turunnya para malaikan yang dipimpin oleh malaikat Jibril,yang berarti dengan turunnya malaikat maka turun pula rahmat dari Alloh(Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan,Qs Al Qodar :4)

4.      Malam kesejahteraan dan keselamatan sampai terbutnya fajar. (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,Qs Al Qodar :5)

II.                Sejarah dan asal usul malam Lailatul Qodar

Untuk mengetahui sejarah dan asal usul malam Lailatul Qodar,ada baiknya kita melihat Asbabun Nuzul dari Surat Al Qodar. Dalam kitab Asbabun Nuzul yang ditulis oleh imam Jalaluddin As Shuyuthi dijelaskan “Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi meriwayatkan dari Mujahid bahwa suatu ketika Rosululloh bercerita tentang seorang laki laki dari dari Bani Israil yang tidak henti hentinya berjihad di jalan Alloh salama seribu bulan. Kaum Muskimin lantas terkagum kagum dengan hal itu. Alloh lalu menurunkan Ayat(Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan-Apakah malam kemuliaan itu ?- Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan) Artinya : lebih baik dari seribu bulan yang dihabiskan oleh laki laki Bani Isroil tersebut untuk berjihad di Jalan Alloh.

Menurut Hadits yang lain,malam Lailatul Qodar erat kaitannya dengan seorang Nabi dari Bani Isroil yaitu Nabi Sam’un(Samson). Dikisahkan dalam kitab Qishoshul Anbiya karya Ibnu Katsir,pada suatu hari di bulan Ramadhan Rosululloh ﷺ berkumpul dengan para Shohabat,pada waktu itu tiba tiba Rosululloh tersenyum sendiri,lalu bertanyalah salah seorang Shahabat “ Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rosululloh?”. Rosululloh ﷺ menjawab’ Diperlihatkan kepadaku hari Akhir ketika ketika seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar “,semua Nabi masuk ke dalam surga beserta ummatnya masing masing. Ada seorang Nabi yang tidak mempunyai satupun pengikut,dia masuk ke dalam surga,dia adalah Sam’un.

Dikisahkan Nabi Sam’un berperang melawan bangsa yang menentang keesaan Alloh. Beliau bernama lengkap Sam’un Al Ghozi ‘alaihissalam yang diutus kepada Bani Israil. Ketangguhan dan kehebatan Sam’un digunakannya untuk menghadapi kezholiman raja yang kafir yaitu raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari cara untuk mengalahkan Sam’un,berbagai langkah dan upaya dilakukannya untuk mengalahkan Sam’un,dan Sam’un mempunyai seorang Istri yang sangat dicintainya,karena pengkhianatan istrinya itulah Sam’un bisa dikalahkan,beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja. Karena diperlakukan sangat kejam kemudian Nabi Sam’un berdo’a kepada Alloh,beliau bertaubat serta memohon pertolongan kepada Alloh. Do’a Nabi Sam’un dikabulkan,istana raja dan seluruh masyarakatnya hancur,begitu juga istri dan kerabat yang mengkhianatinya dihancurkan oleh Alloh.

Kemudian Nabi Sam’un bersumpah kepada Alloh bahwa dia akan menebus semua dosa dosanya dengan berjuang menumpas kebatilan dan kekufuran selama seribu bulan tanpa henti.

Ketika Rosululloh ﷺ selesai menceritakan Nabi Sam’un yang berjihad fi Sabilillah selama 1000 bulan,salah seorang Sahabat Rosululloh ﷺ berkata”Ya Rosulalloh,kami ingin seperti Nabiyulloh Sam’un yang berjihad selama seribu bulan,kemudian Rosululloh diam sejenak,dan datanglah malaikat jibril yang mewahyukan kepada Rosululloh ﷺ bahwa pada bulan Romadhon ada satu malam yang nilai kebaikannya lebih baik dari seribu bulan.

 

 

 

Wallohu A’lam bishshowab


Mu'jizat Al Qur'an dari aspek Bahasa

Mu'jizat Al Qur'an dari aspek Bahasa

KEMU’JIZATAN AL QUR’AN

Setiap Nabi yang diutus selalu disertai dengan Mu’jizat,sebagai Burhan,dalil ataupun bukti akan kebenaran Ajaran yang dibawanya. Mu’jizat setiap Nabi bukan terbatas hanya pada satu hal atau kejadian saja,ada Nabi Musa yang Alloh berikan tongkat sebagai Mu’jizat,dimana dengan perantaraan tongkat tersebut Beliau bisa mengalahkan para tukang sihir Fir’aun dan menyelamatkan Bani Isroil ketika dikejar Fir’aun dan tentaranya di laut merah. Begitu juga Nabi Muhammad ﷺ diberikan macam macam Mu’jizat oleh Alloh,diantaranya bisa membelah bulan dan bisa menyelamatkan diri dari kepungan para pemuda Quraisy pada malam menjelang hijrah. Dan Mu’jizat Rosululloh ﷺ yang paling utama adalah Al Qur’an.

Sebelum membahas kemu’jizatan Al Qur’an, maka kita akan membahas pengertian Mu’jizat.

1.        Pengertian Mu’jizat

Kata mu’jizat diambil dari bahasa Arab a’jaza-i’jazan( أعْجَزَ-إعْجازًا)yang berarti melemahkan,mengalahkan  atau menjadikan tidak mampu. Pelakunya (yang melemahkan) dinamakan mu’jiz dan fihak yang mampu melemahkan dan mengalahkan fihak lain sehingga mampu membungkam argumentasi lawan, dan hal tersebut dinamakan mu’jizat. Tambahan ta’ marbuthah pada akhir kata itu mengandung makna mubalaghah (superlative).  Manna’ Al-Qaththan mendefinisikannya demikian: “Suatu kejadian yang keluar dari kebiasaan disertai dengan unsur tantangan dan tidak akan dapat ditandingi.” Jadi Mu’jizat adalah kejadian luar biasa dari seorang Nabi atau Rosul yang dengannya melemahkan atau mengalahkan Argumen orang orang yang menentang da’wahnya. 

 

2.       Kemu’jizatan Al Qur’an,diantara kemu’jizatan Al Qur’an adalah Mu’jizat dari segi bahasa

Al Qur’an diturunkan oleh Alloh dalam bahasa Arab,tujuan Alloh menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab adalah agar kita memahami(Qs Yusuf : 2 Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya),maksudnya : menurut Imam Ibnu Katsir karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling jelas,paling otentik,dan bahasa yang paling kaya dan banyak perbendaharaan kata(mufrodat)nya,terbukti ada beberapa kata dalam Al Qur’an yang jika diartikan dalam bahasa lain(misalnya bahasa Indonesia) kurang sesuai,seperti kata ”hurrun ’ain” yang dalam Tafsir Jalalain Syekh Jalaluddin Al Mahalli mengartikan sebagai ”seorang perempuan yang memiliki mata yang sangat jeli,yang hitamnya sangat hitam,dan putihnya pun sangat putih”,sedangkan kita mengenal hurrun ’ain sebagai bidadari,dimana bidadari berasal dari kata Vidhyadhari(bahasa India)[1] yang menurut kepercayaan Hindu berarti makhluk ghaib dari kahyangan yang berjenis kelamin wanita yang sangat cantik dan seksi,yang bertugas menyampaikan pesan dari dewa yang mereka percaya kepada manusia(yang dalam ajaran Islam peran tersebut di perankan oleh Malaikat),dan menguji para kekhusyuan para pertapa dengan kecantikannya,para bidadari tersebut menari dan bergoyang didepan para pertapa untuk menguji mereka(yang dalam keyakinan ajaran Islam yang suka menggoda adalah Syaithon),jadi jelaslah bahwa hurrun ’ain kurang tepat diartikan sebagai bidadari,karena jelas beda antara hurrun ’ain dan bidadari. Hal tersebut menunjukkan salah satu kemu’jizatan Al Qur’an dari segi bahasa.

Adapun kemu’jizatan Al Qur’an dari segi gaya bahasa, redaksi dan susunan kalimatnya yang sangat indah dan luar biasa,Al Qur’an tidak bisa ditandingi oleh siapapun dan sampai kapanpun. Sehingga para pujangga dan ahli sastra Arab pada masa itu tidak bisa menandingi kehebatan Al Qur’an,bahkan pernah ada yang membuat redaksi seperti Al Qur’an,yaitu Nabi palsu Musailamah Al Kadzdzab yang membuat ayat palsu tentang katak

يادِفْدَعُ بِنْتُ دِفدَعِ-نَقِّ ما تُنَقّيْن-أعلاكَ في الماءِ وأسْفَلُكَ في الطّيْنِ

Wahai katak anak katak,berkuaklah sesukamu. Bagian atasmu di Air dan bagian bawahmu di Tanah.

Bagi orang yang tidak memahami bahasa Arab,kata kata tersebut memang kelihatan seperti sama dengan Al Qur’an,tetapi bagi para Ahli Bahasa dan Sastra Arab akan kelihatan bedanya,karenanya karena tidak fasihat dan balaghoh dan cenderung tanafur(susah diucapkan),apalagi kalau dilihat dari segi ma’na,kata kata tersebut sama sekali tidak ada ma’nanya. Makanya pantas Alloh memberikan tantangan kepada siapapun yang tidak beriman kepada Al Qur’an untuk mendatangkan yang seperti Al Qur’an,sebagaimana Alloh sebutkan pada QS.  Al Baqarah (2):23-24.

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ - فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ وَلَن تَفْعَلُواْ فَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.- Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Begitulah kemu’jizatan Al Qur’an dari segi bahasa dan sastra,yang bisa mengalahkan para ahli sya’ir dan pujangga bahasa Arab,apalagi Al Qur’an disampaikan oleh seorang Rosul yang ummi,yang sama sekali tidak punya kemampuan dalam bidang sastra dan tidak memahami isi Taurot dan Injil,semakin memperkuat bahwa Al Qur’an adalah Mu’jizat yang turun dari Alloh dan bukanlah buatan Muhammad seperti prasangka orang orang menentang da’wah Islam.

 

Wallohu A’lam bishshowab

 

 

 



[1] wikipedia

Keutamaan membaca Al Qur'an

Keutamaan membaca Al Qur'an


Keutamaan membaca Al Qur’an

Romadhon adalah bulan dimana pahala dari amal amal orang yang beriman akan dilipat gandakan,pada bulan ini ada banyak amalan yang bisa dilakukan agar Ramadhan tidak berlalu dengan sia sia,diantara amalan yang bisa dilakukan di bulan Romadhon adalah Qiro’atul Qur’an

I.                    Perintah membaca Al Qur’an,QS Fathir(35 : 29)

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاَوَتِهِ أُوْلَـئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمن يَكْفُرْ بِهِ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya , mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi(Al Baqoroh :121)

وعن أَبي موسى الأشْعريِّ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : " مثَلُ المؤمنِ الَّذِي يقْرَأُ القرآنَ مثلُ الأُتْرُجَّةِ : ريحهَا طَيِّبٌ وطَعمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المؤمنِ الَّذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمثَلِ التَّمرةِ : لا رِيح لهَا وطعْمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المُنَافِق الذي يَقْرَأُ القرْآنَ كَمثَلِ الرِّيحانَةِ : رِيحها طَيّبٌ وطَعْمُهَا مرُّ ، ومَثَلُ المُنَافِقِ الذي لا يَقْرَأُ القرآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَها رِيحٌ وَطَعمُهَا مُرٌّ " متفقٌ عليه .

Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Perumpamaan orang mu'min yang suka membaca al-Quran ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanyapun enak dan perumpamaan orang mu'min yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca al-Quran ialah seperti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca al-Quran ialah seperti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit." (Muttafaq 'alaih)

II.                 Keutamaan orang yang membaca Al Qur’an

1.       Setiap huruf ada 10 kebaikan

وعن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ " رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah -yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf." Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Sesuai dengan Firman Alloh QS.Al An’am :160

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

2.       Sebaik baik manusia

وعن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : " خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ (رواه البخاري)

Dari Usman bin Affan r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sebaik-baik engkau semua ialah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya pula." (Riwayat Bukhari)

3.       Akan memberikan syafa’at bagi pembacanya pada hari kiamat

عن أَبي أُمامَةَ رضي اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : " اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ " رواه مسلم

Dari Abu Umamah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bacalah olehmu semua akan al-Quran itu, sebab al-Quran itu akan datang pada hari kiamat sebagai sesuatu yang dapat memberikan syafaat - yakni pertolongan - kepada orang-orang yang mempunyainya." (Riwayat Muslim)

Maksudnya mempunyainya ialah membaca al-Quran yang di-lakukan dengan mengingat-ingat makna dan kandungannya lalu mengamalkan isinya, mana-mana yang merupakan perintah dilaku-kan dan yang merupakan larangan dijauhi.

4.       Akan menjadi Hujjah

وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : "يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورة البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ ، تحَاجَّانِ عَنْ صاحِبِهِمَا " رواه مسلم

Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demi-kian pula ahli-ahli al-Quran yaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat ali-lmran. Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya-yakni membaca, memikirkan dan mengamalkan. (Riwayat Muslim) 

III.               Adab Membaca Al Qur’an

1.       Ikhlas dalam membacanya

2.       Memulai dengan Is ti’adzah(An Nahl :98)

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

3.       Tidak menyentuhnya kecuali dalam keadaan suci

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan

4.       Disarankan menghadap Qiblat ketika membaca Al Qur’an dan duduk dengan tenang

5.       Khusyu

اُتْلوا القرأنَ وابْكُوا،فإنْ لَمْ تبكوا فتباكُوا(رواه ابن ماجه بسند جيّدٍ)

Bacalah Al Qur’an dan menangislah,apabila tidak bisa menangis,maka berusahalah untuk menangis

6.       Membaguskan suara

زَيِّنوا القرأنَ بأصْواتِكُم(رواه أجمد وابنُ ماجه)

Hiasilah Al Qur’an dengan suara kalian

ليسَ مِنّا من لم يتغَنَّ بالقرأنِ(رواه البخاري)

Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan(memperindah) bacaan Al Qur’an.

7.       Jangan hanya membaca,tapi harus mengamalkan juga terhadap Al Qur’an QS Al Jumu’ah : 5

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Keutamaan Romadhon

Keutamaan Romadhon

 

KEUTAMAAN ROMADHON DAN BERIBADAH DI DALAMNYA

Dalam pandangan Islam Romadhon adalah bulan yang mulia,sampai sampai Rosululloh ﷺ mengajarkan kepada Ummatnya do’a agar disampaikan pada Romadhon,tapi Romadhon tidak termasuk bulan haram(yang diharamkan berperang)karena banyak peperangan di masa Rosululloh terjadi di bulan Romadhon,diantaranya perang Badar,perang Khondaq,Fathu Makkah dan perang Tabuk. Menjelang Bulan Romadhon ada baiknya kita mengetahui seluk beluk Romadhon sebagai bulan yang Mulia.

A.      Asal kata Romadhon

Bulan Romadhon adalah bulan ke Sembilan dalam penanggalan Qomariah,dimana kata Romadhon berasal dari kata(رَ-مَ-ضَ ) yang berarti panas/menyengat. Bangsa Babilonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar(perhitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan kesembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari,ditambah waktu siangnya lebih panjang dari pada waktu malam,maka udara panas dan menyengat akan selalu dirasakan pada bulan tersebut,karena waktu malam yang sebentar menjadikan waktu untuk mendinginkan cuaca tidak cukup,karena ketika udara sudah mulai agak dingin sudah datang lagi waktu pagi dengan sinar mataharinya. Kejadian tersebut berulang ulang sehingga dalam bulan tersebut terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari hari tersebut disebut bulan Romadhon yang berarti panas yang menyengat.[1]

Setelah ada kalender yang berbasis bulan(Qomariah) yang rata rata lebih pendek 11 hari hari dari kalender berbasis matahari(Syamsiah/Masehi),bulan Ramadhan tidak lagi bertepatan dengan musim panas,orang lebih memahami panasnya Romadhon sebagai Majaz(kiasan),karena pada bulan Romadhon orang Islam berpuasa,tenggorokan terasa panas atau kehausan,atau diharapkan ibadah ibadah yang dilakukan di bulan Romadhon bisa membakar dosa dosa yang sudah dilakukan karena salah satu pahala yang didapat orang yang melaksanakan shaum pada bulan Romadhon adalah diampuninya dosa,sebagaimana Sabda Rosululloh ﷺ :

مَنْ صامَ رمضَانَ إيْمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ لهُ ما تقدَّمَ مِنْ ذنْبِه (رواه البخاري ومسلم)

“ Barangsiapa berpuasa Romadhon atas dasar Iman dan mengharap pahala dari Alloh,maka Alloh akan mengampuni dosa dosa yang telah lalu”.

B.      Keutamaan Bulan Romadhon

Bulan Romadhon memiliki keutamaan yang besar dan keistimewaan yang bermacam macam yang tidak dimiliki oleh bulan bulan yang lainnya,diantaranya :

1.       Romadhon disebut sebagai bulan Al Qur’an,karena di bulan Romadhon lah diturunkan Al Qur’an secara sekaligus dari Lauhil Mahfuzh ke baitul ‘Izzah dilangit yang ke empat pada malam lailatul Qodar(Q.S Al Qodar :1 إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ)[2],dimana malam lailatu Qodar terjadi pada bulan Romadhon,dan Alloh juga mulai menurunkan Al Qur’an dari Baitul ‘Izzah kepada Rosululloh ﷺ secara bertahap selama 23 tahun dan dimulai pada bulan Romadhon pula,sebagaimana Firman Nya pada QS Al Baqoroh : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

2.       Romadhon sebagai penghapus dosa/kifarat,berdasarkan Sabda Rosululloh ﷺ:

الصَّلواتُ الخَمْسُ والجُمُعةُ إلى الجُمُعةِ ورمضَانُ إلى رمضانَ مُكَفِّراتٌ لِمَا بينهُنَّ إذا اجْتُنِبَتْ الكبائِرُ(رواه مسلم)

“Sholat lima waktu dan Jum’at ke Jum’at berikutnya,serta Romadhon ke Romadhon selanjutnya adalah penghapus dosa dosa diantara keduanya,selama dosa dosa besar dijauhi.”

3.       Hadits Rosululloh ﷺ :

عَنْ أبِي هريرةَ رضِي الله عنه : أنَّ رسولَ الله ﷺ قال :إذا جاءَ رمضانُ فُتِحَتْ أبوابُ الجنّةِ،وغُلِّقَتْ أبْوابُ النّارِ وصُدِّفَتْ الشّياطِيْنُ(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairoh : Bahwasanya Rosululloh bersabda ﷺ: “Apabila datang bulan Romadhon,maka dibukalah pintu pintu surga,di tutup pintu pintu neraka,dan Syaithon syaithon dibelenggu.”

Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa keutamaan di bulan Romadhon,yaitu :

Ø  Dibuka pintu pintu surga,yang dimaksud adalah dibukanya pintu pintu rahmat(kasih sayang) dari Alloh,dimana pada bulan tersebut Alloh mencurahkan keberkahan dan pahala yang berlipat lipat,setiap do’a akan dikabulkan,bahkan dengan Rahmat dan kasih sayang Alloh,pada bulan tersebut terdapat satu malam yang kebaikannya setara dengan seribu bulan atau delapan puluh tiga tahun lebih empat bulan yang disebut dengan malam Lailatul Qodar.

Ø  Dikunci dan ditutupnya pintu neraka(pada hadits lain disebutkan‘’pintu jahannam’’) dan syetan syetan dibelenggu,maksudnya adalah majaz(kiasan) yaitu sebagai isyarat terhadap banyaknya pahala dan pengampunan,dan sesungguhnya syetan syetan akan sedikit(kesulitan) menggelincirkan manusia dan menyakiti mereka,karena keimanan orang orang beriman akan menguat pada hari hari romadhon,maka jadilah syetan syetan seolah olah di belenggu.[3]

C.      Ibadah ibadah yang dilakukan di Bulan Romadhon

Banyak ibadah ibadah yang utama,yang pada bulan Romadhon mendapatkan perhatian dengan pahala dan keutamaan lebih apabila dilakukan di bulan Romahon,tentunya selain Puasa di bulan Romadhon.[4]

1.       Shodaqoh : Keutamaan Shodaqoh pada bulan Romadhon adalah berdasarkan hadits hadits berikut :

أفضَلُ الصّدَقَةِ صدَقَةٌ في رمضانَ(رواه التّرمذي،وهو ضعيف)

“Shodaqoh yang paling utama adalah shodaqoh di bulan Romadhon”

مَنْ فطَّرَ صائِمًا فله مِثْلُ أجْرِ الصّائِمِ مِنْ غيْرِ أنْ يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصّائِمِ شيْئًا(رواه أحمد والتّرمذي وهو صحيحٌ)

Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa,maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun

مَنْ فطَّرَ صائِمًا على طَعامٍ وشرابٍ مِنْ حلالٍ صلّتْ عليه الملائِكةُ في ساعةِ شَهْرِ رمضانَ،وصلّى عليه جبريْلُ ليلَةَ القدْرِ(رواه الطّبراني في مُعْجَم الكَبير وأبو الشّيخ)

Barangsiapa memberi makanan atau minuman untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa dari hartanya yang halal,maka malaikat akan memanjatkan sholawat baginya selama beberapa saat pada bulan Romadhon,dan malaikat Jibril akan memanjatkan sholawat baginya pada malam lailatul Qodar.

2.       Qiyamullail,berdasarkan dalil :

مَنْ قامَ رمضَانَ إيْمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ لهُ ما تقدَّمَ مِنْ ذنْبِه (رواه البخاري ومسلم)

“ Barangsiapa yang melakukan qiyamullail padabulan Romadhon atas dasar Iman dan mengharap pahala dari Alloh,maka Alloh akan mengampuni dosa dosa yang telah lalu”.

Rosululloh ﷺ senantiasa menghidupkan malam malam di bulan Romadhon dengan Ibadah qiyamullail,dan jika memasuki sepuluh ahri terakhir di bulan Romadhon Beliau membangunkan keluarganya untuk melakukan Sholat.

3.       Qiroatul Qur’an,karena Rosululloh ﷺ memperbanyak membaca Al Qur’an pada bulan Romadhon,dan Jibril pun menurunkan Al Qur’an kepada beliau pada bulan Romadhon(Hadits Riwayat Bukhori)

Rosululloh membaca Al Qur’an di dalam Sholat lebih lama pada bulan Romadhon dari pada bacaannya pada bulan lain. Rosululloh ﷺ bersabda :

الصِّيامُ والقرأنُ يشْفَعانِ للعبدِ يوْمَ القيامةِ،يقولُ الصَّومُ : ربِّ مَنَعْتُهُ الطّعامَ والشّرابَ بالنَّهارِ،ويقول القرأنُ منعْتُهُ النّومَ باللّيلِ فشَفِّعْنا به(رواه أحمد والنّسائيّ)

Puasa dan Al Qur’an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada Hari Kiamat. Puasa berkata:”Wahai Robb,aku menahannya dari makan dan minum pada siang hari. Dan Al Qur’an berkata :”Wahai Robb,aku menahannya dari tidur pada malam hari,maka izinkan kami memberikan syafa’at kepadanya.”

4.       I’tikaf

I’tikaf adalah menetap di masjid untuk melakukan Ibadah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Alloh ﷻ. Rosululloh ﷺ selalu melakukan I’tikaf selama sepuluh hari terakhir di bulan Romadhon sampai Alloh memanggilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits shohih. Rosululloh ﷺ bersabda :

المسجدُ بيتُ كُلِّ تقِيٍّ وتكَلَّفَ الله لِمَنْ كان المسجدُ بيتَهُ بالرَّوحِ والرّحْمَةِ والجوازِ على الصّراطِ إلى رضْوانِ الله إلى الجنّةِ(رواه الطّبراني في الكَبير)

Masjid adalah Rumah bagi setiap orang yang bertakwa,dan Alloh akan menjamin bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan memberikannnya kasih sayang,rahmat,dan keberhasilan melewati titian menuju keridhoan Alloh sampai surga.

5.       Umroh. Yaitu melakukan Ziarah ke Baitulloh Masjidil Harom untuk melaksanakan thowaf dan sa’i pada bulan Romadhon,berdasarkan sabda Rosululloh :

عُمْرةٌ في رمضانَ تعْدِلُ حُجَّةً معِي(متفق عليه)

Umroh pada bulan Romadhon sama dengan haji bersamaku

 

Wallohu A’lam bishshowab



[1] Wikipedia

[2] Tafsir Jalalain

[3] Syarah shohih Muslim : Imam An Nawawi bab Shiyam

[4] Minhajul Muslim