Khutbah Jum'at : Bahaya Hasad

Khutbah Jum'at : Bahaya Hasad

 Khutbah Jum'at : Bahaya Hasad

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ 

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ، اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ (الذاريات: ١٦-١٧)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kenikmatan surga itu lebih utama, lebih lama, dan lebih agung daripada kenikmatan dunia. Kenikmatan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan surga. Karenanya, kita harus terus berusaha menjadi orang yang bertakwa. Karena takwa-lah yang menjadi bekal kita untuk meraih kebahagiaan yang abadi di akhirat.  Takwa bukan hanya pekerjaan lahiriyyah, tapi juga pekerjaan bathiniyyah, karena ada orang yang lahirnya rajin beribadah, tapi hatinya tidak dijaga dari penyakit penyakit hati, maka makin lama ibadahnya makin berkurang, bahkan walaupun masih beribadah, tapi ibadahnya tanpa isi, tanpa esensi karena habis digerogoti oleh penyakit hati, dan salah satu penyakit hati yang menggerogoti ibadah adalah hasud, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

Adapun yang disebut dengan hasud Adalah

( تَمَنّى زَوالِ نِعَمِ اللّهِ تعالى عَنْ أخيْكَ المسلمِ سواءٌ كانتْ النّعمةُ دُنياوِيٌّا أو أُخراوِيٌّا) yaitu menginginkan hilangnya ni’mat Alloh dari saudaramu sesama Muslim, baik itu ni’mat duniawi atau ni’mat ukhrowi

Ø  Hasud dalam urusan dunia, dimana seseorang iri atas ni’mat dunia yang Alloh berikan kepada saudaranya sesama Muslim, sehingga dia mengharapkan, bahkan mendo’akan dan berupaya agar ni’mat itu tercabut dari saudaranya tersebut.

Ø  Hasud dalam urusan ukhrowi, seperti hasudnya Bani Isroil kepada ummat Islam(khususnya Nabi Muhammad) karena kehormatan yang Alloh berikan berupa kenabian, atau hasadnya Qobil kepada Habil karena Qurban persembahan Habil diterima oleh Alloh.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hasad adalah penyakit hati yang tentu saja tidak tiba tiba datang, sebagaimana kita ketahui satu dosa tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan dosa dosa lainnya, begitu juga sifat buruk, pasti terhubung dengan sifat buruk lainnya, hasad juga sama, ada penyebab dan pemicunya.

Imam Al Ghozali menyebutkan setidaknya ada enam penyebab sifat hasad tumbuh subur dalam diri seseorang

1.     Permusuhan dan kebencian seseorang kepada yang lainnya, seperti permusuhan dan kebencian qobil kepada habil yang diawali dengan pernikahan yang dianggap tidak adil menurut qobil.

2.     Rasa paling mulia, seperti iblis yang merasa lebih mulia dari adam hingga tidak mau sujud tahiyyat kepada Adam, walau[un itu perintah Alloh

3.     Kesombongan dan takabbur

4.     Ujub dengan kekuatan diri

5.     Ketakutan mendapat saingan

6.     Ambisi terhadap kedudukan, sehingga karena ambisi tersebut dia akan berusaha menyinglkirkan orang yang dianggap sebagai ancaman.

 

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzi menyebutkan dalam kitab Al Fawaid tentang keburukan keburukan sifat hasad, yaitu

1.     Hasad merupakan tindakan berpaling dari kebenaran

2.     Hasad merupakan protes terhadap takdir dan ketentuan dari Alloh

3.     Hasad adalah upaya menghilangkan keutamaan Alloh atas hamba hamba pilihan

4.     Keinginan buruk berupa hilangnya ni’mat orang lain.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dari keterangan keterangan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu sumber penyakit hasad adalah sifat iri, dimana sifat iri ada pada setiap orang, sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Majmu’ Al Fatawa

مَا خَلَا جَسَدٌ مِنْ حَسَدٍ لَكِنَّ اللَّئِيمَ يُبْدِيهِ وَالْكَرِيمَ يُخْفِيهِ

Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri). Namun, orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya sedangkan orang yang mulia (hatinya) akan menyembunyikannya.”

Bagi orang yang hatinya tidak sehat, sifat iri akan menghasilkan hasad yaitu sangat menginginkan hilangnya ni’mat orang lain,(تَمَنّى زَوالِ نِعَمِ اللّهِ تعالى عَنْ أخيْكَ المسلمِ), dan bagi orang yang hatinya sehat, sifat iri akan menghasilkan sifat ghibthoh, yaitu sebagaimana dikatakan dalam hadits Rosululloh SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar dari Bapaknya yaitu Umar

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ هَذَا الْكِتَابَ فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتَصَدَّقَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh iri  kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, hingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah), "

Dalam hadits ini iri dibolehkan apabila memberikan motivasi kepada kita untuk beramal lebih baik, dicontohkan disini, ingin membaca Al Qur’an seperti orang yang sudah menghafalnya, dan ingin bershodaqoh seperti sodaqohnya orang kaya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

 

Bila hasud Adalah perbuatan buruk yang membawa kepada kerusakan dan terhapusnya amalan, maka meninggalkan hasud akan membawa kepada kebaikan dan dimasukkan kedalam surga, dalam sebuah kisah disebutkan

Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah duduk dengan beberapa sahabatnya, lalu Rasulullah bersabda: “Akan muncul seseorang dari penduduk surga,” lalu muncullah seorang Anshar dalam keadaan ia membawa sendalnya dan dalam keadaan dia habis berwudhu.

Keesokan harinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali bersabda: “Akan datang orang penduduk surga,” kemudian ternyata yang muncul orang itu lagi.

Keesokan harinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali bersabda: “Akan muncul seorang penduduk surga,” ternyata yang muncul yang itu lagi.

Maka Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash merasa heran mengapa dia hebat sekali sampai dijamin langsung oleh Rasulullah bahwa ia termasuk penduduk surga. Maka ia pun datang kepada sahabat tersebut, kemudian ia meminta izin untuk tinggal selama tiga hari tiga malam lamanya. Hanya ingin melihat bagaimana amalan orang yang telah Rasulullah sebutkan bahwa ia penduduk surga.

Ternyata Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash tidak mendapatkan amalaan yang istimewa, bahkan disebutkan dalam riwayat bahwa sahabat ini mencukupkan diri dengan yang wajib-wajib saja tanpa yang sunnah.

Setelah tiga hari lamanya, Abdullah bin ‘Amr berkata: “Wahai Fulan, sesungguhnya aku menginap di sini karena aku ingin melihat bagaimana amalanmu. Karena Rasulullah tiga kali mengatakan engkau penduduk surga, tapi aku tidak mendapatkan sesuatu yang istimewa dari amalanmu.”

Orang ini berkata: “Demikian amalku, akan tetapi aku sama sekali tidak pernah dengki kepada siapapun juga.” Kata Abdullah bin ‘Amr: “Dengan ini kamu masuk surga.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Untuk menghindari sifat Hasud, maka kita harus memastikan hati kita sehat, karena kebaikan dan kesehatan hati adalah sumber dari kebaikan dalam hidup kita sebagaimana dikatakan Rosululloh

أَلاَ وَإِنَّ في الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهِيَ القَلْبُ (رواه البخاري ومسلم)

“Ingatlah sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh anggota badan dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh anggota badan, ketahuilah, ia adalah hati” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بِما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنّه هو الغفور الرحيم


الحمد الله ربّ العالمين وبِهِ نَسْتَعينُ على أُمور الدّنْيا والدّين والصّلاةُ والسّلامُ على سيّد المرسلين وخاتَمِ النّبيّين وإمام المُجا هدين سيّدِنا محمّدٍ وعلى ألِهِ وصَحْبهِ أجْمعين,أمّا بَعْدُ

فيا أيّها الحاضرون اتقوالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلّا وانتم مسلمون أعوذ بالله من الشيطان الرّجيم بسم الله الرّحمن الرّحيم  ياأيّها النّاس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منها رجالا كثيرا ونساء,واتقوا الله الذي تسائلون به والارحام,إنّ الله كان عليكم رقيبا,وقال أيصا : إنّ الله وملائكته يُصلّون على النبيّ يا أيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما,اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمّد وسلِّم ورضي الله تبارك وتعالى عن كلّ صحابة رسول الله اجمعين,امين يا ربّ العالمين

اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والاموات,إنّك سميع قريب مَجيب الدّعوات يا قاضي الحاجات,ربّنا لا تُزغ قاوبَنا بعد إذْ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنّك انت الوهّاب,ربّنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطئنا ربّنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربّنا ولا تُحمّلنا ما لا طاقة لنا به واعف عنّا واغفر لنا وارحمنا انت مولانا فانصرنا غلى القوم الكافرين,ربّنا اتنا فى الدّنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النّار

عباد الله إنّ الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربَى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يَعِظُكم لعلّكم تذكّرون ولذكراللهُ اكبر(أقيموا الصلاة)

 

 

 

 

 

Kejadian di bulan Sya'ban

Kejadian di bulan Sya'ban

 Kejadian kejadian di Bulan Sya'ban

الحمد لله الذي أنعمنا بنعمة الإيمان والإسلامِ-,وهدانا إلى صراطِ المستقيم-والصّلاة والسّلام على سيّدنا محمّدٍ خير الأنام-وعلى آله وأصحابه الكرام -أشهد أن لا إله إلّا اللهُ الملكُ القُدّوسُ السّلامُ-وأشهد أنّ سيّدَنا وحبيبَنا محمّدًا عبدُه ورسولُه صاحبُ الشّرَفِ والاحترامِ-أمّا بعد-فياأيّها المؤمنون- اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ-واشكُروه على ما هداكُم للإسلام-وأولَا كم من الفَضْلِ والإنعامِ-وجعلَكُم مِن أُمّةِ ذوي الأرحامِ-إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Jama’ah Jum’at Rohimakumulloh.

Puji Syukur marilah kita panjatkan ke hadhirat Alloh SWT yang telah memberikan kita ni’mat keimanan, kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul di majlis jum’at yang penuh berkah ini. Sholawat serta Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Mauhammad SAW, keluarga dan para Shohabatnya yang mulia..Aaamiin..

Pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan betapa pentingnya memiliki ketakwaan sebagai seorang muslim. Takwa yang merupakan landasan yang menjadi kunci keselamatan di dunia dan di Akhirat dan harus kita pertahankan sampai kita berpisah dengan kehidupan dunia. Alloh SWT berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam

Ketakwaan juga merupakan cara untuk membuktikan keimanan kita kepada Alloh. Takwa mendorong kita untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan mengajarkan kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang berbakti kepada Alloh dan berbuat baik kepada sesama, sehingga kita harus mengembangkan ketakwaan dalam semua aspek kehidupan, baik dalam hubungan vertikal dengan sang Pencipta, maupun dalam hubungan social kemasyarakatan.

Ketakwaan memotivasi kita untuk berperilaku baik dan memperlakukan orang lain dengan adil dan baik, serta menjauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu mari kita perkuat ketakwaan kepada Alloh SWT agar kita senantiasa berada di jalan yang benar dan mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT.

Jama’ah Jum’at Rohimakumulloh.

Pada bulan ini kita telah memasuki bulan yang ke delapan dari bulan-bulan hijriah, yaitu bulan Sya’ban, bulan yang diapit oleh dua bulan yang mulia, bulan Rojab dan Romadhon, yang seolah olah tiga bulan ini merupakan satu paket yang ditunggu tunggu oleh umat islam dengan banyaknya do’a yang dipanjatkan yang merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Shohabat Anas bin Malik R.A.

اللّهمّ بارك لنا في رجَبَ وشعْبانَ وبلّغْنا رمضانَ

Ya Alloh, berkahilah kami pada bulan Rojab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Romadhon.

Dalam hadits Riwayat Anas bin Malik, Nabi bersabda.

إنّما سُمِيَ شعْبانَ لأنّه يَتَشَعَّبُ فيه خيرٌ كثيرٌ للصّائم فيه حتّى يدْخُلَ الجنّةَ

Dinamakan bulan Sya’ban karena di dalamnya terdapat banyak cabang (Syu’ab/Syu’ban) kebaikan, diantaranya adalah kebaikan bagi orang yang berpuasa di dalamnya, hingga ia masuk surga

Adapun kebaikan atau keistimewaan bulan Sya’ban adalah

1.       Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal manusia dalam satu tahun

 Jama’ah Jum’at Rohimakumulloh

Sebagaimana kita tahu bahwa bagi setiap hamba ada pencatat Amal, yaitu malaikat Rokib dan ‘Atid

مَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(Qof :18)

Dalam ayat lain, yaitu Surat Al Infithor ayat 11 dan 12 Alloh SWT berfirman

كِرَاماً كَاتِبِينَ- يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu)- mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan

dan amal amal yang sudah dicatat, dilaporkan kepada Alloh SWT, harian-mingguan dan tahunan.

Laporan harian dilakukan pagi dan petang, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Shohabat Abu Musa Al ‘Asy’ari

إنّ الله عزّ وجلّ لا ينامُ ولا ينبغي له أن ينامَ يخْفِضُ القِسطَ ويرْفَعُهُ-يُرْفَعُ إليه عملُ اللّيل قبلَ عملِ النّهار-وعملُ النّهارِ قبل عملُ اللّيل

Sesungguhnya Alloh tidak tidur dan tidak layak untuk tidur. Dia merendahkan dan meninggikan timbangan amal. Amal malam diangkat kepada-Nya sebelum siang, dan Amal siang diangkat kepada-Nya sebelum malam.

Laporan mingguan tiap hari senin dan kamis, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah.

يُغْرَضُ الأعمالُ يومَ الإثنين والخميس فيُغْفَرُ لمن لا يُشْرِكُ بالله شيئَا-إلّا رجُلا بينهُ وبينَ أخيه شحْناءُ-يقول : دعوا هذينِ حتّى يصْطَلحا

Amal Amalan itu ditunjukkan kepada Alloh pada hari Senin dan Kamis. Maka akan diampuni dosa orang yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali seorang laki laki yang diantara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Biarkan kedua laki laki tersebut, sampai keduanya berishlah.

dan Laporan tahunan terjadi pada bulan Sya’ban

ذاكَ شهرٌ يَغْفُلُ النّاسُ عنه بينَ رجَبٍ ورمضانَ وهو شهرٌ يُرْفعُ فيه الأعمال إلى ربّ العالمين فأُحِبُّ أن يُرفعَ عملي وأنا صائمٌ(رواه النّسائي)

ini adalah bulan yang kerap dilalaikan oleh manusia darinya. Ia adalah bulan antara Rojab dan Romadhon, yaitu bulan dimana amal amal akan diangkat kepada Robb semesta alam, maka aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.

2.       Bulan diperintahkannya Rosululloh untuk berkiblat kembali ke Baitulloh di Makkah. Alloh berfirman dalam Surat Al Baqoroh : 144

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوِهَكُمْ شَطْرَهُ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Hikmah dari peristiwa ini adalah Alloh hendak membuktikan siapa orang yang benar benar beriman dan ta’at, dan siapa orang yang inkar kepada-Nya.

وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنتَ عَلَيْهَا إِلاَّ لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ

Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot (Qs Al Baqoroh : 143)

3.       Selain dua keistomewaan diatas, Bulan Sya’ban juga dikenal sebagain Bulan Sholawat, karena mulai bulan Sya’ban inilah Alloh menganjurkan kepada Ummat Islam untuk memperbanyak Sholawat

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

 

Jama’ah Jum’at Rohimakumulloh

Demikianlah Khutbah Jum’at pada kesempatan yang mulia ini, Semoga kita bisa memanfa’atkan bulan Sya’ban ini sebagai sarana I’dad atau persiapan menghadapi Bulan yang Mulia yaitu bulan Romadhon, karena Sya’ban adalah gerbangnya bulan Romadhon. Aamiin...

جعَلَنا الله وإيّاكم من الفائزين الأمنين وأدخَلنا وإيّاكم في زمرة عباده المومنين أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم بسم الله الرّحمن الرّحيم يا أيّها الذين أمنو اتقوا اللهَ وقولوا قولا سديدا

بارك الله لى ولكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبّل منى ومنكم تلاوته إنّه هو السميع العليم وقل ربِّ اغْفر وارحم وأنت خيرُ الرّاحمين

 

الحمد الله ربّ العالمين وبِهِ نَسْتَعينُ على أُمور الدّنْيا والدّين والصّلاةُ والسّلامُ على سيّد المرسلين وخاتَمِ النّبيّين وإمام المُجا هدين سيّدِنا محمّدٍ وعلى ألِهِ وصَحْبهِ أجْمعين,أمّا بَعْدُ

فيا أيّها الحاضرون اتقوالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلّا وانتم مسلمون أعوذ بالله من الشيطان الرّجيم بسم الله الرّحمن الرّحيم  ياأيّها النّاس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منها رجالا كثيرا ونساء,واتقوا الله الذي تسائلون به والارحام,إنّ الله كان عليكم رقيبا,وقال أيصا : إنّ الله وملائكته يُصلّون على النبيّ يا أيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما,اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمّد وسلِّم ورضي الله تبارك وتعالى عن كلّ صحابة رسول الله اجمعين,امين يا ربّ العالمين

اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والاموات,إنّك سميع قريب مَجيب الدّعوات يا قاضي الحاجات,ربّنا لا تُزغ قاوبَنا بعد إذْ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنّك انت الوهّاب,ربّنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطئنا ربّنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربّنا ولا تُحمّلنا ما لا طاقة لنا به واعف عنّا واغفر لنا وارحمنا انت مولانا فانصرنا غلى القوم الكافرين,ربّنا اتنا فى الدّنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النّار

عباد الله إنّ الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربَى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يَعِظُكم لعلّكم تذكّرون ولذكراللهُ اكبر(أقيموا الصلاة)

 

Terjemah Safinah bahasa Sunda -Bab Sholat 2

Terjemah Safinah bahasa Sunda -Bab Sholat 2

 

Ari waktu Sholat eta aya 5

1.     Ari mimiti waktu Zhuhur eta ti mimiti ngageserna panon poe tina waktu istiwa nepi ka akur panjang kalangkang hiji perkara jeung panjangna eta perkara.

2.     Ari mimiti waktu Ashar eta ti mimiti leuwih saeutik panjang kalangkang hiji perkara dibanding panjangna eta perkara nepi ka surupna panon poe.

3.     Ari mimiti waktu Maghrib eta ti mimiti surupna panon poe nepi ka surupna mega beureum.

4.     Ari mimiti waktu Isya eta ti mimiti surupna mega beureum nepi ka bijilna fajar shidiq.

5.     Ari mimiti waktu Shubuh eta ti mimiti bijilna fajar shidiq nepi ka bijilna panon poe.

Ari mega eta aya 3.

1.     Mega beureum anu aya dina waktu maghrib.

2.     Mega koneng

3.     Mega bodas,duanana aya dina waktu Isya.

Disunatkeun ngahirkeun sholat isya nepi ka surupna mega koneng jeung mega bodas.

 

 

 

Ari waktu anu diharamkeun Sholat sunat anu teu aya sabab anu ngabarengan jeung sabab anu miheulaan eta aya 5.

1.     Nalika bijilna panon poe nepi ka naekna panon poe sakira kira ukuran satumbak.

2.     Nalika istiwa dina salianti poe jum’at nepi ka ngageserna panon poe.

3.     Nalika kararonengna panon poe nepi ka surupna panon poe.

4.     Saba’da sholat shubuh nepi ka bijilna panon poe.

5.     Saba’da sholat ashar nepi ka surupna panon poe.

Ari eureun eureunan dina sholat eta aya 6.

1.     Antara takbirotul ihrom jeung du’a iftitah.

2.     Antara du’a iftitah jeung ta’udz.

3.     Antara ta’udz jeung fatihah.

4.     Antara akhir fatihah jeung aamiin.

5.     Antara aamiin jeung surat.

6.     Antara surat jeung ruku’.

Ari rukun anu ngawajibkeun tuma’ninah.

1.     Nalika ruku’.

2.     Nalika i’tidal.

3.     Nalika sujud.

4.     Nalika diuk antara sujud dua.

Ari ngaran tuma’ninah nyaeta cicing saba’da usik sakira kira tetep satiap anggota dina tempatna anu lilana saukuran maca"Subhanalloh".

Ari sabab sabab sujud sahwi eta aya 4.

1.     Ninggalkeun hiji sunat ba’adna sholat atawa leuwih.

2.     Poho migawe perkara anu matak batal lamun dipigawe ngahaja tapi teu matak batal lamun dipigawe bari poho..

3.     Mindahkeun rukun bangsa pagawean kana lain tempatna,saperti maca fatihah dina diuk antara dua sujud.

4.     Migawe hiji rukun pagawean bari nyangka nambahan rukun.

Ari sunat ba’ad na Sholat eta aya 7

1.     Tasyahud awwal

2.     Diuk dina tasyahud awwal.

3.     Maca sholawat ka kanjeng Nabi dina tasyahud awwal.

4.     Maca sholawat ka kulawargana kanjeng Nabi dina tasyahud akhir.

5.     Qunut dina sholat shubuh.

6.     Nangtung dina qunut.

7.     Maca sholawat sareng salam ka kanjeng Nabi,ka kulawargina sareng ka para shohabatna kanjeng Nabi dina qunut.

Ari perkara anu matak ngabatalkeun kana Sholat eta aya 14.

1.     Kusabab hadats.

2.     Kusabab kadatangan najis lamun teu dipiceun pada harita bari teu dibawa eta najis.

3.     Kusabab kabuka aurat lamun teu ditutupan pada harita.

4.     Kusabab ngomong ku dua haraf atawa ku saharaf anu mere harti jeung teu aya hubunganana jeung pagawean sholat bari ngahaja.

5.     Kusabab migawe perkara anu matak ngabatalkeun kana puasa bari ngahaja.

6.     Kusabab barang dahar anu loba,bari poho dina sholat.

7.     Kusabab usik tilu usikan anu tuluy tuluy sanajan bari poho.

8.     Kusabab luncat anu Tarik.

9.     Kusabab neunggeul anu Tarik.

10.              Kusabab nambahan rukun anu pagawean bari ngahaja.

11.              Kusabab miheulaan maneh ti imam ku dua rukun anu bangsa pagawean.

12.              Kusabab nyulayaan ka imam ku dua rukun bari teu aya pa udzuran.

13.              Kusabab niat megatkeun(ngabatakleun)sholat.

14.              Kusabab nyantelkeun megatkeun sholat kana hiji perkara.

Ari sholat anu diwajibkeun niat jadi Imam pikeun imam eta aya 4.

1.     Dina sholat jum’at.

2.     Dina sholat anu dibalikan deui(saperti jalma anu geus sholat bari munfarid,terus datang nu sejen,sholatna dibalikan deui bari berjama’ah)

3.     Dina sholat anu di nadzrkeun kalawan berjama’ah.

4.     Dina sholat anu di jama’ taqdim kusabab hujan.

Ari syarat sahna anut ma’mum ka imam eta aya 11.

1.     Ulah nyaho kana batal sholat imamna kusabab hadats atawa liana hadats.

2.     Ulah nekadkeun kana wajib ngodoan imam kana eta sholat.

3.     Imamna ulah ngama’mum kanu sejen.

4.     Imamna ulah anu bodo.

5.     Ulah miheulaan ka imam dina tempat sholatna.

6.     Kudu nyaho kana pundah pindah sholat imamna.

7.     Kudu kumpul imam jeung ma’mum dina hiji masjid atawa dina tempat anu legana kira kira 300 siku.

8.     Ma’mum kudu niat ngama’mum atawa niat berjama’ah.

9.     Kudu sesuai runtuyan sholatna ma’mum jeung runtuyan sholatna imam.

10.              Ulah nyulayaan ma’mum ka imam di hiji sunat anu goring nyulayaanana.

11.              Kudu turut ma’mum ka imamna.

Ari gambaran anut ma’mum ka imam eta aya 9.anu lima dimenangkeun,anu opat teu dimeunangkeun.

Ari gambaran ngama’mum anu dimenangkeun nyaeta

1.     Anutna lalaki ka lalaki.

2.     Anutna awewe ka lalaki.

3.     Anutna banci ka lalaki.

4.     Anutna awewe ka banci.

5.     Anutna awewe ka awewe deui.

Ari anu teu dimeunangkeun nyaeta

1.     Anutna lalaki ka awewe.

2.     Anutna lalaki ka banci.

3.     Anutna banci ka awewe.

4.     Anutna banci ka banci deui.

Ari Syarat sahna jama’ taqdim eta aya 4

1.     Ngawitan ku sholat anu kahiji.

2.     Niat ngajama’ dina sholat anu kahiji.

3.     Tuluy tuluy antara sholat anu kahiji jeung anu kadua.

4.     Langgengna pa’udzuran.

Ari syarat sahna jama’ ta’khir eta aya 2.

1.     Niat jama’ ta’khir,ari waktuna niat nyaeta ti mimiti asup waktu sholat nepi ka akhir waktu sholat anu kahiji,tegesna kedah di jero waktu sholat anu kahiji.

2.     Langgengna pa’udzuran nepi ka sampurna sholat anu kadua.

Ari syarat sahna Sholat qoshor eta aya 7.

1.     Jarak perjalanan kudu aya 2 pos,tegesna kira kira 80 kilo.

2.     Perjalan nana kudu anu dimenagkeun.

3.     Nyaho kana menagna qoshor.

4.     Niat qoshor dina nalika takbirotul ihrom.

5.     Sholatna kudu anu bangsa 4 roka’at.

6.     Langgengna perjalanan nepi ka rengsena sholat.

7.     Ulah ngama’mum ka jalma anu sholatna sampurna.

Ari syarat sahna Sholat jum’at eta aya 6

1.     Sakabehna sholat jum’at kudu aya dina waktu zhuhur.

2.     Sholat jum’at kudu dilaksanakeun di tengah lembur.

3.     Sholatna kudu diberjama’ahkeun.

4.     Ahli jum’ah kudu aya 40 lalaki anu merdeka,anu baligh jeng geus tumetep di eta tempat.

5.     Ulah aya sholat jum’at sejen anu ngabarengan atawa miheulaan kana eta sholat jum’at.

6.     Sholatna kudu saba’da khutbah dua.

Ari rukun Khutbah dua eta aya 5.

1.     Maca" Alhamdulillah" dina khutbah anu kahiji jeung anu kadua.

2.     Maca sholawat ka kanjeng Nabi dina khutbah anu kahiji jeung anu kadua.

3.     Washiat kalawan Takwa dina khutbah anu kahiji jeung anu kadua.

4.     Maca hiji ayat Al Qur’an dina salahsahijina Khutbah dua.

5.     Ngadu’akeun ka Mu’min lalaki jeung Mu’min awewe dina khutbah anu akhir.

Ari syarat Khutbah dua eta aya 10.

1.     Suci tina hadats dua,nyaeta hadats leutik jeung hadas gede.

2.     Suci tina najis dina badanna,dina pakeanana jeung dina tempat khutbahna.

3.     Nutupa Aurat.

4.     Nagtung ka jalma nu bisa kana nangtung.

5.     Diuk antara khutbah dua kalawan sajamaneun thuma’ninah.

6.     Tuluy tuluy antara Khutbah dua.

7.     Tuluy tuluy antara khutbah dua jeung antara sholat.

8.     Khutbah dua kudu ku bahasa Arab.

9.     Jalma anu 40(ahli jum’at) kudu ngadenge kana eta khutbah..

10.              Sakabeh khutbah kudu aya dina waktu zhuhur.

والله أعلم بالصواب