I’lal fi’il madhi mabni ma’lum bina
Ajwaf
فاالمجَرَّدُ
تُقْلَبُ عينُهُ ألِفًا فى الماضِي سواءٌ كان واوا أو ياءً لتحَرُّكِها وانْفِتاحِ
ما قَبْلَها نحو صانَ و باعَ.
Arti : Adapun Fi’il Mujarrod maka ditukar ‘ain fi’il nya
dengan alif pada fi’il madhi,baik huruf ‘illat wawu atau ya,karena ‘ainnya
berharokat dan sebelumnya difatahkan.
Penjelasan : I’lal fi’il madhi bina ajwaf yang tsulatsi
Mujarrod,yaitu ditukar ‘ain fi’ilnya (terdiri dari wawu dan ya) dengan
alif,contoh :
- Ajwaf
wawu : صَوَنَ menjadi
صَانَ
- Ajwaf
ya : بَيَعَ menjadi بَاعَ
Adapun alasan ditukarkannya ‘Ain fi’il(yang terdiri dari
wawu dan ya)karena “’ain nya berharokat dan sebelumnya di fatahkan” ( لِتَحَرُّكِها وانْفِتاحِ ما قَبْلَها)
فإنْ اتّصَلَ به ضميرُ المتكّلِّمِ أو المُخاطَبِ
أو جمْعِ المؤنّث نُقِلَ من الواويِّ إلى فعُل
ومن اليائِيِّ إلى فعِلَ دلالةً عليهما
Arti : Jika fi’il bina ajwaf bertemu dengan dhomir
mutakallim,dhomir mukhothob,dan dhomir jama’ muannats,maka di pindahkan wazannya(jika
wazan fa’ala),jika ajwaf wawu menjadi fa’ula,jika ajwaf ya menjadi fa’ila,untuk
menunjukkan asalnya wawu dan ya.
Teks diatas menjelaskan : apabila fi’il madhi dari bina
ajwaf bertemu dengan dhomir mutakallim( تُ,نَا)dhomir
mukhothob( تَ,تِ,تُما,تُم,تُنَّ
)dan dhomir jama’ muannats( نَ,تُنَّ),maka
ketentuannya adalah
- Jika
ajwaf wawu maka ditukar dari wazan فَعَلَ kepada wazan فَعُلَ ,contoh صَوَنَ menjadi صَوُنَ kemudian jadi صُنْتُ,صُنْتَ,صُنَّ ,agar menunjukkan bahwa kalimat tersebut
adalah ajwaf wawu.
- Jika
Ajwaf ya ditukar dari wazan فَعَلَ kepada wazan فَعِلَ ,contoh بَيَعَ
menjadi بَيِعَ kemudian
jadi بِعْتُ,بِعْتَ,بِعْنَ ,agar menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah
ajwaf ya.
ولَم يُغَيَّرْ فعُلَ
ولا فعِل إذا كان أصْليْنِ
Arti : Dan tidak ada perubahan
pada wazan فَعُلَ dan فَعِلَ jika keduanya asal.
Penjelasan : Apabila fi’il
tersebut asalnya wazan فَعُلَ
dan فَعِلَ maka tidak ada perubahan,seperti lafazh طَوُلَ menjadi طُلْتُ,طُلْتَ,طُلْنَ
untuk ajwaf wawu,dan هَيِبَ menjadi
هِبْتُ,هِبْتِ,هِبْنَ
untuk ajwaf ya.
ونُقِلَتْ الضَّمّةُ
والكسرةُ إلى الفاءِ وحدِفت العَيْنُ لالْتقاءِ السّاكنين
Arti : Dan dipindahkan dhomah dan
kasroh ‘ain fi’il kepada fa fi’il,kemudian dibuang ‘ain fi’ilnya karena
bertemunya dua haraf sukun.
Penjelasan : Proses I’lal fi’il madhi bina ajwaf yang
bertemu dengan dhomir mutakallim,mukhothob dan dhomir jama’ muannats’,yaitu
caranya : dhomah ataupun kasroh ‘ain fi’il dipindah ke fa fi’il,kemudian akan
terjadi iltiqooussakinaini(bertemu dua huruf sukun) antara ‘ain fi’il dan lam
fi’il,maka dibuang ‘ain fi’il karena ‘ain fi’il terdiri dari haraf ‘illat(haraf
‘illat utama dibuang jika terjadi iltiqooussakinaini antara haraf shohih dan
haraf ‘illat)
Adapun contohnya adalah :
1.
Ajwaf wawu wazan فَعَلَ
(contoh lafazh قَالَ
)dimasuki dhomir yang tiga tadi (missal تَ
mudzakkar mukhotob),menjadi قَوُلْتَ karena dipindah ke wazan فَعُلَ ,kemudian dipindah harokat wawu( و)
ke qof (ق ) menjadi قُوْلْتَ ,dan terjadi iltiqoo ussakinaini antara و
dan ل,kemudian
buang و jadi قُلْتَ
.
2.
Ajwaf ya wazan فَعَلَ
(contoh lafazh بَاعَ
)dimasuki dhomir yang tiga tadi (missal تَ mudzakkar mukhotob),menjadi بَيِعْتَ karena dipindah ke wazan فَعِلَ ,kemudian
dipindah harokat ya(ي
) ke ba( ب) menjadi بِيْعْتَ ,dan terjadi
iltiqoo ussakinaini antara ي
dan ع,kemudian
buang ي jadi بِعْتَ
.
3.
Ajwaf wawu wazan fa’ula
hanya tinggal memindah harokat ‘ain fi’il ke fa f’il dan kemudian buang ‘ain
fi’ilnya,contoh : طَوُلَ menjadi طُلْتَ
4.
Ajwaf ya wazan fa’ila hanya
tinggal memindah harokat ‘ain fi’il ke fa f’il dan kemudian buang ‘ain
fi’ilnya,contoh : هَيِبَ menjadi هِبْتَ
فتقول
: صان صانا صانوا صانتْ صانتا صُنَّ صُنْتَ صنتُما صنْتُم صُنْتِ صنتُما صنْتُنَّ
صنْتُ صُنّا وباعَ باعا باعُوا باعَتْ باعَتَا بِعْنَ بِعْتَ بِعْتُما بِعْتُم
بِعْتِ بِعْتُنا بِعْتُنَّ بِعْتُ بِعْنا
Penjelasan : contoh tashrif lughowi
fi’il madhi dari ajwaf wawu dan ajwaf ya.
Ajwaf wawu
صَانَ صَانَا صَانُوا
صَانَتْ صَانَتَا صُنَّ صُنْتَ صُنْتُما صُنْتُم صُنْتِ صُنتُما صُنْتُنَّ صُنْتُ
صُنّا
Ajwaf ya
وباعَ
باعا باعُوا باعَتْ باعَتَا بِعْنَ بِعْتَ بِعْتُما بِعْتُم بِعْتِ بِعْتُمَا
بِعْتُنَّ بِعْتُ بِعْنا
Wallohu A’lam bish showab
Semoga Bermanfaat