Waktu lailatul qodar dan amalan yang dianjurkan di dalamnya

 

Waktu Malam Lailatul Qodar dan Ibadah yang dianjurkan di dalamnya

Di Akhir bulan Romadhon setiap orang Mu’min pasti meningkatkan intensitas ibadahnya,karena sangat berharap mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar,untuk mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar tentu saja kita harus melaksanakan ibadah pada waktu yang tepat dan amalan yang tepat pula. Maka pada tulisan ini kita akan membahas waktu lailatul qodar dan amalan yang dianjurkan pada malam lailatul qodar.

I.                   Waktu malam Lailatul Qodar dan tanda tandanya.

Untuk mengetahui kapan terjadinya lailatul qodar ada baiknya kita menelaah kitab Ihya ‘Ulumuddin karya Imam Al Ghozali yang menjelaskan bahwa jatuhnya malam lailatul qodar bisa dilihat dari hari awalnya bulan Romadhon,yaitu

1.       Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Ahad atau Rabu,maka lailatul qodar jatuh pada malam 29 Romadhon.

2.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Senin,maka lailatul qodar jatuh pada malam 21 Romadhon.

3.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Kamis,maka lailatul qodar  jatuh pada malam 25 Romadhon.

4.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Sabtu,maka lailatul qodar jatuh pada malam 23 Romadhon.

5.      Jika 1 Romadhon jatuh pada hari Selasa atau Jum’at,maka lailatul qodar jatuh pada tanggal 27 Romadhon.

 

Pendapat diatas adalah pendapat dan Ijtihad Ulama,dimana yang namanya hasil dari Ijtihad walaupun berdasarkan dalil,tentu ada orang yang sepakat dan ada pula yang berbeda pendapat,akan tetapi untuk afdholnya ada baiknya kita meningkatkan amalan yang baik selama sepuluh malam terakhir,bil khusus malam malam ganjil sepuluh hari terakhir,karena kalau kita meningkatkan intensitas ibadah di sepuluh malam terakhir bulan Romadhon,in syaa Alloh kita akan mendapatkan keutamaan malam lailatul qodar. Nabi bersabda :

اِلْتَمسوهَا في العشْرِ الأواخِرِ مِنْ رمَضَانَ في تاسِعةٍ تَبْقَى في سابِعةٍ تبْقَى في خامسَةٍ تَبْقَى(رواه البخاري)

Carilah malam kemuliaan di malam malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan,yaitu bila tinggal sembilan malam lagi,atau bila tinggal tujuh malam lagi,atau bila tinggal lima malam lagi.

 

Adapun tanda tanda malam lailatul Qodar bisa kita lihat pada hadits

إنّيْ رأيْتُ ليلَةَ القَدْرِ فأُنْسيْتُها وهي في العَشْرِ الأواخِرِ مِنْ لَيالِها وهي طَلْقَةٌ بِلْجَةٌ لا حارةٌ ولا باردَةٌ كأَنَّ فيها قمَرًا لا يَخْرُجُ شَيْطَانُها حتَّى يُضِيْئَ فَجْرُها(رواه أبو دود)

Sesungguhnya Aku telah melihat malam lailatul qodar,lalu aku dijadikan lupa kepadanya,malam lailatul qodar itu ada pada malam sepuluh terakhir(bulan Ramadhan),pertandanya ialah cerah dan terang,suhunya tidak panas dan tidak pula dingin,seakan akan padanya terdapat rembulan,setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya.

II.                Amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qodar

Kemuliaan malam lailatul qodar tidak bernilai apa apa,apabila kita tidak mengisinya dengan amalan yang utama,dan amalan utama pada malam lailatul qodar adalah :

1.       Sholat

Sholat adalah malan yang utama,begitu juga pada malam lailatul qodar,amalan utamanya adalah Sholat sunnah,sebagaimana hadits Rosulullloh :

مَنْ قامَ ليلَةَ القَدْرِ إيْمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

Barang siapa yang melakukan sholat sunat di malam lailatul qodar karena iman dan mengharapkan pahala dari Alloh,maka diampunilah baginya semua dosa yang terdahulu.

2.      I’tikaf

I’tikaf adalah tinggal di masjid dengan maksud untuk taqorrub(mendekatkan diri kepada Alloh) dan disertai niat,I’tikaf adalah amalan utama pada malam lailatul qodar,Rosululloh mengatakan dalam sebuah hadits :

وَعَنْهَا: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. Muttafaq Alaihi.

3.      Dzikir dan do’a,yaitu memperbanyak do’a yang dicontohkan oleh Rosululloh , sebagaimana dijelaskan dalam hadits

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي " )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَالْحَاكِمُ

 

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: "bacalah (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku)." Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Hakim.  

4.      Qiroatul Qur’an,karena Al Qur’an diturunkan pada bulan Romadhon,maka membaca Al Qur’an merupakan salah satu amalan utama di bulan Romadhon,termasuk pada malam lailatul qodar,oleh karenanya bulan Romadhon juga disebut bulan Al Qur’an. dijelaskan dalam hadits tentang keutamaan qiroatul qur’an di bulan Romadhon.

الصِّيامُ والقِيامُ يَشْفعانِ للعبْدِ يومَ القيامةِ،يقول الصّومُ :ربِّ مَنَعْتُهُ الطّعامَ والشّرابَ بالنّهارِ،ويقول القرأن : ربِّ منَعْتُهُ النّومَ باللّيلِ فَشَفِّعْنا به(رواه أحمد)

Shaum dan Al Qur’an keduanya bisa memberikan Syafa’at pada hari qiyamat. Shaum berkata : wahai Robb ku,aku telah mencegah dia(hamba) untuk makan dan minum pada siang hari,dan berkata Al Qur’an : wahai Robb ku,aku telah mencegah dia untuk tidur pada malam hari,maka izinkanlah kami memberikan dia syafa’at.

 

Wallohu A’lam bishshowab

 

 

 

Da'wah adalah keajiban kita bersama,dengan blog ini hendak melaksanakan kewajiban tersebut.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon