Tampilkan postingan dengan label Adab/Akhlaq/Karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab/Akhlaq/Karakter. Tampilkan semua postingan
Akhlaq Madzmumah ; Takabbur dan Ujub

Akhlaq Madzmumah ; Takabbur dan Ujub

 

AKHLAQ MADZMUMAH :Takabbur dan Ujub

Seorang Muslim haruslah menjauhkan dirinya dari Akhlaq Akhlaq madzmumah(yang tercela) karena akhlaq akhlaq tercela bisa menjatuhkan  derajatnya,dimana Alloh sudah memuliakan manusia sebagaimana yang Alloh jelaskan dalam QS. Al-Isro(17):70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Maksud kami muliakan menurut Imam Jalaluddin Al Mahalli dalam kitab “ Tafsir Jalalain” adalah dimuliakan dengan ‘aqal dan ilmu dan dilebihkan bentuknya dibanding makhluq makhluq yang lain,apabila manusia berakhlaq dengan akhlaq mulia maka dia bisa mempertahankan derajatnya sebagai manusia,sebaliknya apabila manusia berakhlaq dengan akhlaq tercela maka hal tersebut bisa menjatuhkan derajatnya. Alloh berfirman dalam QS.Al-A’rof(7): 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Sifat sifat yang madzmumah termasuk akhlaq akhlaq yang sayyiah(buruk),dimana akhlaq buruk akan mengakibatkan pelakunya masuk neraka jahannam walaupun dia seorang ahli ibadah,sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam

عَنْ نوحِ بْنِ عَبَّادٍ عنْ ثابِتٍ عن أنسٍ مَرْفوعًا : إنّ العَبْدَ لَيَخْلُقُ بِحَسْنِ :إنّ العبْدَ لَيَبْلُغُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ درجاتِ الأخرةِ وشَرَفَ المنازِلِ وإنّه لضَعيْفُ العبادةِ،وإنّه لَيَبْلُغُ بِسُوءِ خُلُقِهِ دَرَكَ جهنّمَ وهو عَابِدٌ

Diriwayatkan dari Nuh bin Abbad dari Tsabit dari Anas secara Marfu’ : Sesungguhnya seorang hamba benar benar dapat mencapai tingkatan yang tinggi di Akhirat dan kedudukan yang mulia berkat Akhlaqnya yang baik,padahal sesungguhnya ia lemah dalam beribadah. Dan sesungguhnya dia benar benar dijerumuskan karena keburukan Akhlaqnya,walaupun dia seorang ahli ibadah.

Diantara sifat sifat madzmumah adalah

1.       Takabbur

Takabbur adalah sifat tercela,yang karena sifat tersebut Azazil diusir oleh Alloh dari surga sehingga menjelma menjadi Iblis yang memproklamirkan diri menjadi musuh seluruh manusia. Alloh SWT melarang sifat Takabbur dalam Firmannya QS Luqman(31) :18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Rosululloh SAW mendefinisikan takabbur dengan sebuah hadits dari Abdulloh bin Mas’ud

الكِبْرُ هو بَطَرُ الحقِّ وغَمْطُ النّاسِ(رواه مسلم)

Takabbur(kesombongan) adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

Dari pengertian diatas ada dua point

a.       Menolak kebenaran,jadi orang yang menolak kebenaran dengan cara apapun,apakah dengan cara yang kasar ataupun dengan cara yang lembut maka termasuk orang yang takabbur,seperti Iblis yang menolak kebenaran(perintah dari Alloh)

أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.(Al-Baqoroh(2):34)

Akibat dari sikap ini maka hatinya akan berat menerima da’wah Islam,Alloh berfirman dalam QS Al An’am(6) :125

وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقاً حَرَجاً كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاء كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya , niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman

 

Atau kaum syu’aib yang menolak da’wah

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ 

Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya ?"

b.      Merendahkan manusia : menolak kebenaran dengan merendahkan manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan,kalau dia menolak da’wah pasti karena dia dalam hatinya ada sifat merendahkan para pembawa risalah.

Takabburnya seseorang bukanlah tanpa sebab,orang bisa takabbur karena banyak Ilmu,karena kekayaan,karena kedudukan,karena wajah yang tampan ataupun cantik,atau karena keunggulan keunggulan lainnya,Misalnya sifat takabburnya Iblis yang menolak perintah Alloh karena memandang makhluq lain lemah,sehingga dia tidak mau bersujud menghormati Adam karena merasa lebih hebat dari Adam dengan mengatakan aku lebih baik dari pada Adam karena Alloh menciptakanku dari api sedangkan Alloh menciptakan Adam dari tanah.

Bahaya Sifat Takabbur

a.       Menyebabkan kekafiran

أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.(Al-Baqoroh(2):34)

Iblis yang awalnya bernama Azazil,hamba Alloh yang rajin beribadah tetapi menjadi kafir bukan karena menolak untuk sujud kepada Alloh,tapi karena dia menolak untuk memberikan sujud penghormatan kepada Adam,makhluq yang dianggapnya lemah dan tidak layak untuk dihormati,dank arena dia merasa lebih hebat dari pada Adam.

b.      Akan mendapat siksa dari Alloh karena telah merebut apa yang menjadi haq Alloh

عَنْ أبي هريرةَ قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : قال الله عزّ وجلّ : العِزُّ إزاري والكِبْرياءُ ردائ فمَنْ يُنازِعُني في واحدٍ منهما فقدْ أذْهَبْتُهُ(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairoh berkata,Berkata Nabi SAW :Berfirman Alloh Ta’ala,kemuliaan adalah pakaianku dan ketakabburan adalah selendangku,maka barang siapa yang mengambilnya dari ku maka aku akan menyiksanya.

2.       ‘Ujub

Ujub adalah membangakan diri,samanya ujub dan takabbur adalah sama sama membanggakan diri,adapun  bedanya ujub dengan takabbur adalah kalau takabbur membanggakan diri dan menganggap orang lain lemah sedangkan ujub hanya bangga terhadap diri sendiri tanpa menganggap orang lain lemah.

Dalam hadits dikatakan

ثلاثٌ مُهْلكاتٌ : شَحٌّ مُطاعٌ وهَوَى مُتّبعٌ وإعْجابُ المَرْءِ بنَفْسه (رواه الطّبراني)

Tiga perkara yang membinasakan,rasa pelit yang di ta’ati,hawa nafsu yang di ikuti dan ‘ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri.

  Termasuk sifat ‘ujub juga apabila seseorang merasa mampu untuk melakukan suatu hal tanpa mengingat bahwa semua bisa terjadi atas pertolongan dan kehendak Alloh,seperti Ujubnya sebagian pasukan Rosululloh ketika akan pergi berperang pada masa perang Hunain,sebagaimana Alloh beritakan dalam QS At Taubah (9) :25

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu'minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa'at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.

 

Mudah mudahan kita dijauhkan dari sifat Ujub yang kalau dituruti menjadi cikal bakal Takabbur,dan yang bisa mengakibatkan jauhnya pertolongan dari Alloh.

Dan mudah mudahan juga kita dijauhkan dari sifat Takabbur yang bisa menjadikan Alloh benci kepada kita.

 

Wallohu A’lam bisshowab.

DISIPLIN KARAKTER MU'MIN

DISIPLIN KARAKTER MU'MIN

 

DISIPLIN MERUPAKAN KARAKTER MU’MIN SEJATI

I.            PENGERTIAN

1.       Secara Etimologi berasal dari bahasa latin ”DISIBEL[1]’’yang berarti pengikut,seiring perubahan zaman kemudian mengalami perubahan menjadi ‘’discipline’’yang artinya kepatuhan. 

2.       Ketaatan dan kepatuhan dalam menjalankan aturan dan tata tertib(KBBI)

II.            DISIPLIN DALAM ISLAM

1.       Disiplin berarti keta’atan kepada yang harus dita’ati : 4/59

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً 

 

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

2.       Disiplin berarti takwa

اِمتِثَالُ أوامِرِالله واجْتِنَابُ نَوَاهَيه

Melaksanakan semua perintah Alloh dan menjauhi semua larangan Nya

3.       Disiplin berarti ibadah 2/21

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

4.       Disiplin dalam beribadah : dasarnya

a.       Dimulai dari Niat yang baik

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ (متفق عليه)

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan..

كَمْ مِنْ عملٍ يَتَصَوَّرُ بصورةِ عملِ الدّنيا ثمّ يصيرُ بحسْنِ النّية مِن ْ أعمال الأخرة,وكم مِنْ عملٍ يَتَصَوَّرُ بصورَةِ عملِ الأخرةِ ثمَّ يصيرُ مِن أعمال الدّنيا بسوءِ النّية

“Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia karena baik niatnya maka menjadi amal akhirat(yang akan dibalas dengan surga di Akhirat),banyak juga amal akhirat karena buruk niatnya menjadi amal dunia.(yang hanya akan mendapatkan balasan kesuksesan dunia)”

وما أمرو إلّا ليعبدوا االله مخلصين له الدّين (البيّنه:5)

Dan aku tidak diperintahkan kecuali beribadah kepada Alloh dengan memurnikan keta’atan kepada Nya

 

b.      Dikerjakan sesuai ketentuan

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو ردّ(رواه مسلم)

Barangsiapa yang beramal tanpa dasar perintah dari kami,maka amal ibadahnya tertolak

5.       Disiplin dalam kehidupan sehari hari

a.       Meyakini akan dimintai pertanggung jawaban

لا تَزَالُ قَدَما عَبْدٍ يومَ القيَامةِ حَتَّى يُسْألَ عَنْ عُمْرِهِ فِيْما أفْناهُ وعَنْ عمَلِهِ فِيْما فعَلَ وعَنْ مالِهِ مِنْ أيْنَ اكْتَسَبهُ وفِيْما أنْفَقَهُ وعَنْ جِسْمِهِ فِيْما أبْلاهُ (رواه التّرمذي)

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya(dimintai pertanggung jawaban) tentang usianya,kemana dihabiskannya,tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya,tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan untuk apa dibelanjakannya,serta tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan(H.R Tirmidzi)

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال رسول الله عليه وسلّم :كُلُّكُم رَاعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَاعِيَّتِهِ,فَالاَمِيْرُعَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَاعِيَّتِه والرَّجُلُ راعٍ علَى أهْلِ بَيْتِه والمرْأَةُ راعِيَةٌ على بَيْتِ زَوجِها ووَلَدِها،فكُلُّكُم راعٍ وكُلُّكُم مسئُوْلٌ عن رعِيَّتِهِ(متفق عليه)

Dari Ibnu Umar r.a berkata Rosululloh SAW : Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya,seorang Amir adalah pemimpin dan akan ditanya perihal rakyatnya.seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya,begitu juga seorang istri adalah pemimpin atas rumah suami dan anak anaknya,kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

Setiap manusia adalah pemimpin,minimal memimpin dirinya,maka dia akan ditanya nanti di Akhirat tentang dirinya.

b.      Bersegera melakukan kebaikan,QS. Ali Imron :133

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

6.       Cara menanamkan kedisiplinan

a.     QS ;Al Ashr(103) ;1-3

Ø Beriman

Ø Beramal Sholih

Ø Saling mengingatkan tentang kebenaran

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّر ْبِيَدِه,فَإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَاْنِه،فإنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وذلِكَ أَضْعَفُ الإيْمانِ (رواه مسلم)

‘’Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubah kemungkaran tersebut dengan tangannya. Jika ia tidak sanggup maka dengan lisannya. Jika ia tidak sanggup maka dengan hatinya,dan itulah selemah lemahnya iman’’

Ø  Saling mengingatkan tentang kesabaran

b.      Niat  yang baik dan kuat.(sudah dijelaskan)

c.       Tidak menganggap remeh segala sesuatu :misalnya waktu,perkataan Imam As Syafi’i

الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك

 ‘’waktu bagaikan pedang,jika engkau tidak menggunakannya dengan baik maka ia akan memotongmu’’

d.      Kesadaran hati dan diri dengan sering muhasabah.perkataan Sayyidina Umar

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا

‘’Hisablah diri kalian(oleh kalian) di dunia sebelum kalian akan dihisab nanti di Akhirat’’

e.      Istiqomah

Istiqomah adalah :

الإستقامة : المداوَمَةُ.وقِيلَ : الإستقامة أن لا تَخْتَارَ على اللهِ شيئا

“Istiqomah adalah berkesinambungan.ada juga yang mengatakan bahwa Istiqomah adalah kamu tidak memilih milih tugas yang Alloh berikan,seperti memilih yang mudah mudah saja dan meninggalkan yang susah atau sebaliknya.

Dan perintah untuk istoqomah berada di dalam Hadits Rosululloh SAW :

وَعَنْ أبي عمرو ، وقيل أبي عمْرة سُفْيانَ بنِ عبد اللَّه رضي اللَّه عنه قال: قُلْتُ : يا رسول اللَّهِ قُلْ لِي في الإِسلامِ قَولاً لا أَسْأَلُ عنْه أَحداً غيْركَ . قال: " قُلْ : آمَنْت باللَّهِ: ثُمَّ اسْتَقِمْ " رواه مسلم .

Dari Abu 'Amr, ada yang mengatakan namanya Abu 'Amrah, Sufyan bin Abdullah r.a., katanya:

"Saya bertanya: Ya Rasulullah, katakanlah padaku dalam Islam tentang suatu ucapan yang saya tidak akan menanyakan lagi pada seseorang selain Tuan." Rasulullah s.a.w. bersabda: "Katakanlah, saya beriman kepada Allah kemudtan bertindak luruslah - berpegang teguhlah pada kebenaran." (Riwayat Muslim)

Para ulama berkata: Makna istiqamah, yaitu tetap taat kepada Allah Ta'ala. Mereka mengatakan bahwa istiqamah itu adalah termasuk dari golongan jawami'ul kalim - yakni sedikit kata-katanya tetapi luas pengertiannya.

f.     Berlatih dan memotivasi diri.

Ø  Bisa karena biasa

Ø  Tidak menunggu dan harus diberi motivasi oleh orang lain.

III.          KEUNTUNGAN DARI SIKAP DISIPLIN

1.       Mendapatkan petunjuk Alloh dan kemenangan:2/5

أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

2.       Selalu diberi jalan keluar dari setiap kesulitan :65/2-3

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً - وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar - Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya .

3.       Sukses dunia akhirat :2/201-202

وِمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ- أُولَـئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Dan di antara mereka ada orang yang bendo'a: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" .- Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

WALLOHU A’LAM BI SHOWAB

 



[1] Wikipedia

Efisien dalam pandangan Islam

Efisien dalam pandangan Islam

 

EFISIEN dalam pandangan Islam

Dalam kehidupan sehari hari sering kita mendengar istilah efisien,dimana tidak banyak yang tahu bahwa Efisien adalah merupakan salah satu dari ajaran Islam,orang orang mengira bahwa efisien adalah warisan budaya orang barat atau orang asia timur terutama jepang yang memang dikenal karena kedisiplinan masyarakatnya.

Dalam tulisan ini akan kita bahas efisien menurut kacamata Islam.

        I.            Pengertian : cara untuk mencapai satu tujuan dengan sumberdaya minimal,tapi menghasilkan hasil yang maksimal,baik hasil di dunia,seperti meminimalkan sumber daya(tenaga dan modal)tapi bisa menghasilkan uang atau laba yang banyak,ataupun hasil di akhirat,seperti pekerjaan yang sedikit tapi bisa menghasilkan pahala yang banyak.

Sebenarnya Ummat Rosululloh sudah ditakdirkan menjadi ummat yang efisien jika benar benar melaksanakan perintah Alloh SWT,bagaimana tidak ?,ummat Rosululloh diberikan kesempatan usia yang tidak panjang,yaitu sekitar 60 sampai 70 tahun,sebagaimana dijelaskan dalam hadits

عَنْ أبي هريرةَ رضي الله تعالى عنه قال قال رسولُ الله صلّى الله عليه وسلّم : أعْمارُ أمَّتي ما بينَ ستّينَ إلى سبْعيْنَ وأقَلُّهُم مَن يَجوزُ ذلك (رواه التّرمذي)

“Dari Abu Hurairoh RA.Ia berkata,Rosululloh bersabda,Usia ummatku (umumnya berkisar)antara 60 sampai 70 tahun.Jarang sekali diantara mereka yang melewati(angka)itu.”

Walaupun ummat Rosululloh diberi usia yang tidak panjang,tetapi ummat Rosululloh bisa mempunyai pahala ibadah seperti ummat ummat terdahulu yang berumur panjang,dimana usia pendek tapi mendapatkan banyak pahala adalah pengertian dari efisien.

Adapun penyebab banyak amalnya ummat Rosululloh,diantaranya adalah

a.            Keutamaan malam lailatul Qodar,dimana satu malam lebih utama dibanding seribu bulan,QS Al Qodar ayat 3

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

‘’Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.’’

b.            Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sedangkan perbuatan buruk hanya dibalas sesuai dengan perbuatannya,QS Al An’am ayat 160

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى إِلاَّ مِثْلَهَا وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ

‘’Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).’’

c.             Shodaqoh dibalas tujuh ratus kali lipat,QS Al Baqoroh ayat 261

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

‘’Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.’’

d.            Dan lain lain.

Itulah efisiennya ummat Rosululloh,walaupun usianya pendek tetapi bisa mendapatkan pahala sama dengan ummat yang usianya panjang panjang.

      II.            Contoh contoh pekerjaan yang efisien

1.    Hemat

Hemat yang dimaksud bukan hanya hemat dalam urusan finansial(harta),tapi hemat dalam segala urusan,hemat harta,hemat waktu.

Alloh menjelaskan dalam Qs : Al Isro:26-27

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

 . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.”

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Ayat diatas menjelaskan larangan yang langsung datangnya dari Alloh,yaitu bersikap boros,dan juga menjelaskan bahwa para pemboros adalah saudaranya syaithon.

Jika Alloh melarang terhadap sikap boros,berarti Alloh memerintahkan hal yang sebaliknya,yaitu hemat,dan hemat yang diperintahkan diantaranya hemat dalam urusan

a.       Harta : hemat dalam urusan harta diantaranya :

Ø  Membelanjakan harta sesuai dengan haqnya,diantara haq harta adalah ber shodaqoh kepada kerabat,orang orang miskin dan ibnu sabil(Al Isro:26)

Ø  Membelanjakan harta sesuai keperluannya,tidak pelit(karena hemat bukan berarti pelit),dan shodaqoh tanpa memanjakan orang yang diberi shodaqoh.dalam Qs Al-Isro :29,Alloh berfirman.

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.”

b.      Waktu

Yang dimaksud efisien dalam hal waktu adalah disiplin dalam hal waktu,tidak memubadzirkan waktu,mengisinya dengan kegiatan yang bermanfa’at.jika sebuah pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu satu hari,maka harus diselesaikan dalam waktu satu hari,tidak usah menunggu sampai hari kedua apalagi hari ketiga.

Ø Imam Hasan al Basyri(seorang tabi’in dari Bashroh)mengatakan “Tanda bahwa Alloh telah berpaling dari seorang hamba adalah jika hamba tersebut menyibukkan dirinya dengan hal yang tidak bermanfa’at.”

Ø Sebuah perkataan Imam Asy Syafi’i

الوقتُ كالسَّيْفِ إنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ

 ‘’Waktu bagaikan pedang,jika engkau tidak menggunakannya dengan baik maka ia akan memotongmu’’

Ø  Ada sebuah pepatah ‘’ jangan tunggu sampai besok apa yang bisa engkau kerjakan hari ini’’

2.       Memilih amal yang pahalanya lebih banyak,contoh : lebih memilih sholat berjama’ah dari pada sholat munfarid,karena sholat berjama’ah pahalanya lebih banyak,berdasarkan hadits”

صلاةُ الجَمَاعَةِ أَفْضَل مِن صَلَاةِ الفِذِّ بسبْعٍ وعِشْرين درجَةً (متّفق عليه)

“Sholat berjama’ah lebih afdhol dari pada sholat sendiri dengan kelebihan 27 derajat”

3.       Memilih pekerjaan(amal) yang terbaik,sebagai contoh:

Abdullah Ibnu Mas’ud RA berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhal?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.”(HR. Bukhari)

    III.            Hubungan antara efisien dan Efektif

Efektif   : pekerjaan tepat dan bermanfa’at.

Efisien   : pekerjaan cepat dan hemat sumber daya.

Intinya efektif dan efisien adalah pekerjaan yang cepat,tepat,berkwalitas tanpa ada pemborosan waktu dan harta.

Seorang mu'min yang efektif dan efisien adalah seorang mu'min yang bisa menyelesaikan target amalannya tepat waktu,hasilnya bagus,tanpa ada pengeluaran biaya yang tidak diperlukan,serta hasilnya bermanfa’at untuk kehidupan selanjutnya.

 

Wallohu A’lam bish showab

 

Semoga Bermanfa’at

 

 

 

Efektif dalam beribadah

Efektif dalam beribadah

 

EFEKTIF dalam beribadah

 

Sebagai seorang hamba yang mendapatkan tugas untuk beribadah,hendaknya kita memahami bahwa pelaksanaan tugas ibadah harus dilaksanakan dengan sungguh sungguh,apalagi semua yang kita lakukan akan dimintai pertanggung jawaban,karena banyak orang yang lupa dan tertipu oleh ni’mat yang Alloh berikan,terutama ni’mat luang dan sehat,sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits

نِعْمَتانِ مَغْبونٌ فيهما كثيْرٌ من النّاس,الصِّحَّةُ والفراغُ (رواه البخاري)

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu,yaitu ni’mat sehat dan waktu senggang.”

Jangan sampai waktu sehat dan senggang kita gunakan untuk hal yang tidak bermanfa’at apalagi untuk berbuat dosa,hendaklah kita mengisi hidup ini dengan efektif dengan mengisinya untuk kegiatan yang positif.

Berbicara efektif kita mungkin sering mendengar istilah tersebut,tetapi sedikit orang yang memahami bahwa pola hidup efektif adalah pola hidup yang telah dicontohkan oleh Rosululloh,lalu apa yang dimaksud efektif dalam kacamata Islam ?

 

1.       Pengertian Efektif menurut Islam             : Cara untuk mencapai suatu tujuan dengan tepat dan cepat dan bermanfa’at.

2.       Dasar dasar efektifitas dalam bekerja dan berbadah,yaitu :

a.                   Tepat dan berkwalitas(itqon),berarti kita bekerja sesuai dengan keinginan pihak yang memberikan pekerjaan,mengerahkan seluruh kemampuan,bila yang memberikan pekerjaan adalah Alloh lewat kewajiban kewajibannya,maka pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai syarat dan rukunnya,bila yang memberukan pekerjaan adalah manusia,seperti atasan atau guru,maka pekerjaan tersebut dilaksanakan dengan seluruh kemampuan serta sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam qur’an surat Al An’am ayat : 135,Alloh berfirman :

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُواْ عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدِّارِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu , sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini . Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.

إنَّ الله يُحِبُّ إذا عمِلَ أحدُكم العَمَلَ أنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبراني)

“Sesungguhnya Alloh menyukai jika salah seorang dari kalian melakukan sebuah pekerjaan,maka pekerjaan tersebut dilakukan dengan Itqon(tepat dan sempurna)

b.                  Amanah,tugas yang diberikan kepada kita adalah amanah,baik tugas dari Alloh,dari orang tua,guru maupun dari pimpinan di tempat kita bekerja,semua adalah amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik baiknya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui” [Al-Anfal : 27]

أدِّ الأمانَةَ إلى مَنْ ائْتَمَنَكَ ولا تَخُنْ مَنْ خانَكَ (رواه أحمد وأهل السُّنَن)

“Tunaikanlah amanat dari pihak yang memberimu amanat,dan janganlah berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu, 

Orang yang tidak menjalankan tugas tanpa adanya udzur syar’i adalah khianat.

Santri yang tidak menjalankan tugasnya sebagai santri atau tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru adalah khianat.  

Guru yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah juga termasuk khianat.

Sedangkan orang yang tidak menunaikan amanat adalah salah satu ciri orang munafik,Na’udzu billah..

c.                   Cepat(tidak menunda menunda) dan giat.

Dalam menjalankan tugas mestilah dilaksanakan dengan memperhatikan waktu dan tidak menunda nunda

Al Insyiroh : 7

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain .

Ayat diatas adalah perintah untuk muwalah,terus menerus dalam berbuat kebaikan.

Qs Al Baqoroh :148,perintah untuk berlomba lomba dalam kebaikan.

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللّهُ جَمِيعاً إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

عن عمرو بن ميمون ابن سَهرا أن النّبيَّ صلّى الله عليه وسلّم قال لرجلٍ هو يَعِظُه اغتَنِم خمسا قبل خمسٍ شَبابَك قبْلَ هِرامِكَ,وصِحَّتَك  قبل سَقَمِك,وفراغَك قبل شُغْلِك وغناك قبل فقرِكَ وحياتَك قبل موتِكَ

“Dari Amr bin Maimun bin Sahron sesungguhnya Nabi SAW berkata kepada seorang laki laki,dan Nabi memberinya nasihat”Jagalah lima hal sebelum datang lima hal,yaitu masa mudamu sebelum masa tuamu,sehatmu sebelum sakitmu,waktu luangmu sebelum waktu sibukmu,kayamu sebelum fakirmu,dan hidupmu sebelum matimu.”

Imam Syafi’I mengatakan tentang waktu

الوقتُ كالسَّيْفِ إنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ

 ‘’Waktu bagaikan pedang,jika engkau tidak menggunakannya dengan baik maka ia akan memotongmu’’

Menunda nunda juga termasuk thulul amal/panjang angan angan( طولُ الأمَلْ ),sedangkan panjang angan angan termasuk salah satu yang menghapus amal,berdasarkan hadits.

سِتّةُ أشْياءَ تُحْبِطُ الأعمال : الإشْتِغال بعُيوبِ الخَلقِ,وقَسْوَةُ القَلْبِ,وحُبُّ الدُّنيا,وقِلّةُ الحَياءِ,وطولُ الأَمَلِ,وظالِمٌ لا يَنْتَهِي (رواه الدّيلمي)

“Enam perkara yang bisa menghapus amal : Sibuk mencari kesalahan orang lain,keras hati,mencintai dunia,sedikit rasa malu,panjang angan angan dan perbuatan zholim yang tidak berhenti.”

d.                  Bermanfa’at,bagi seorang Mu’min hidupnya dan hasil dari pekerjaannya haruslah hal hal yang bermanfa’at,

مِن حُسْنِ إسلام المَرْءِ تَرْكُهُ ما لا يَعْنيه (حديث حسنٌ,رواه التّرمذي)

Sebaik baik islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfa’at

خَيرُ النّاس أنفعُهُم للنّاس (رواه الطبرانى)

Sebaik baik manusia adalah yang bermanfa’at untuk manusia lainnya.

 Itulah sedikit pembahasan efektif dalam kacamat Islam.

 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga Bermanfaat.