Tampilkan postingan dengan label Nahwu/Shorof/Balaghoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahwu/Shorof/Balaghoh. Tampilkan semua postingan
Bismillah menurut ilmu shorof

Bismillah menurut ilmu shorof

 

PEMBAHASAN BISMILLAH MENURUT ILMU SHOROF

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Sudah menjadi pemahaman secara umum bahwa ketika kita akan memulai suatu perkara yang baik dalam pandangan syari’at maka di sunnahkan membaca bismillah,sebagaimana di jelaskan dalam sebuah hadits

كُلُّ أمْرٍ ذي بالٍ لا يُبْدَأُ فيه ببسمِ اللهِ الرّحمن الرّحيم فهو أقْطَعُ،وفي روايةٍ فهو أجْدمُ

Setiap perkara yang baik menurut pandangan syara’ yang tidak dimulai dengan bacaan Bismillah maka itu seperti binatang yang terpotong ekornya,dalam satu riwayat disebutkan seperti binatang yang mempunyai penyakit sopak.

Yang dimaksud dengan أَقْطَعُ dan أجْدَمُ adalah  ناقِصٌ وقليلُ البَرَكَةِ =kurang atau sedikit barokahnya(kebaikannya),pada tulisan ini kita akan membahas Bismillah menurut Ilmu Shorof,karena ada kaidah yang menjelaskan

يَنْبَغِي لكُلِّ  شارِعٍ في فنٍّ منَ الفُنُونِ أنْ يَبْحَثَ على البسْمَلةِ بطَرْفٍ يُناسِبُها

Penting bagi siapapun yang bermaksud membahas suatu fan ilmu untuk membahas bismillah sesuai dengan fan yang akan dibahasnya.

Dan dukarenakan yang akan kita bahas adalah ilmu shorof,maka kita akan membahas Bismillah menurut Ilmu Shorof,dan pada pembahasan Bismillah ini ada beberapa bagian

1.       (ب ),ba dalam lafazh Bismillah adalah ba haraf jar Ashliyyah(dimana haraf jar terbagi dua,yaitu haraf jar ashliyyah yang mempunyai ma’na dan harus mempunyai muta’allaq yang terdiri dari jumlah fi’liyyah sebelum haraf jar tersebut dan haraf jar yang kedua adalah haraf jar zaidah yang tidak mempunyai ma’na),muta’allaqnya adalah jumlah fi’liyyah yang dibuang yaitu lafazh (      أُأَلِّفُ= saya menulis kitab/mengarang )

Catatan : jumlah Fi’liyyah yang menjadi muta’allaq dari ba haraf jar pada lafazh Bismillahirrohmanirrohim disesuaikan,apabila seseorang mau makan dan dia mengucapkan Basmallah,maka muta’allaqnya lafazh(آكُلُ =saya makan),apabila dia mau membaca dan mengucapkan basmallah maka muta’allaqnya lafazh(  أقْرَأُ=saya membaca) dan seterusnya.

2.       (الاسم )Lafazh Ismun adalah isim Musytaq(ada sumber penganbilannya),sumber pengambilan lafazh ismun di perselisihkan antara dua golongan Ulama Shorof yaitu antara Ulama Bashroh dan Ulama Kuffah(dua madzhab dalam ilmu shorof)

a)      Pendapat Ulama Bashroh yang menyatakan lafazh ismun diambil dari lafazh ( سَمْوٌ) yaitu masdar lafazh Sama-Yasmuu- Samwan( سَمَىْ-يَسْمُوْ-سَمْوًا ) yang berarti( الْعُلُوّ = tinggi) kemudian wawu lam fi’il dibuang dan ditukan dengan alif washol,maka jadi dibaca ( سَمَاْ)

b)      Pendapat Ulama Kuffah  yang mengatakan bahwa lafazh ismun diambil dari lafazh( وَسْمٌ) yaitu masdar dari lafazh Wasama-Yasimu-Simatan-wa Wasman(وَسَمَ-يَسِمُ-سِمَةً-وَسْمًا )

Diantara dua pendapat ini,yang paling shohih adalah pendapat Ulama Bashroh,sebagaimana dikatakan Ibnu Mu’thi dalam Alfiyyahnya(Al Fiyyah ada Alfiyyah Ibnu Malik dan ada Al Fiyyah Ibnu Mu’thi)

واشتقَّ الاسمَ مِن سما البصرِيّون # واشْتَقَهُ مِنْ وَسَمَ الكوفيّون

والمذهبُ المقّدَّمُ الجَلِيُّ # دلِيْلُهُ الأسماءُ والسُّمَيُّ

 

Ismu dari Sama(سَمَا ) kata Ahli Bashroh # dari wasmun( وَسْمٌ) menurut ulama Kuffah

Pendapat Bashroh pendapat yang utama # dalil Sumayy( سُمَيّ) di tashgir Asma( أَسْماء)di jama.

 

Pendapat yang utama adalah pendapat Ulama bashroh,adapun alasannya adalah

a)      Lafazh Asma un(أَسْماءٌ ) adalah jama taksir wazan af’aalun(أفعالٌ ) dari lafazh sama(سَمَىْ  ),seandainya pendapat Ulama Kuffah yang benar,yang mengatakan ismun dari lafazh wasmun(وَسْمٌ ) maka jama taksir wazan af’aalun(أفعالٌ ) adalah ausaamun(أوْسَامٌ ) bukan Asmaa un(أَسْماءٌ).

b)      Lafazh Sumayyu(سُمَيُّ) adalah tashgir dari lafazh(سَمَاْ ) yang berwazan fu’ailun(فُعَيْلٌ ),seandainya pendapat Ulama Kuffah yang benar,yang mengatakan ismun dari lafazh wasmun(وَسْمٌ ) maka tashghirnya adalah lafazh wusaimun (وُسَيْمٌ ) bukan sumayyun(سُمَيٌّ )

3.       (الله ) dalam lafazh Alloh ada 2 pendapat

a)      Yang menyatakan lafazh Alloh adalah ghoir musytaq(jamid/asli dari sananya seperti itu),ini adalah pendapat Imam Al Bulqini,Imam As Syafi’i dan Muhammad bin Al Hasan.

b)      Yang menyatakan lafazh Alloh adalah Musytaq(ada asalnya/diambil dari suatu lafazh),asal lafazh Alloh tersebut di perselisihkan lagi menurut dua pendapat.

1)       Dari mashdar lafazh(أَلِهَ-يأْلَهُ-إلاهًا )yaitu lafazh(إلاهًا )dan dimasukan Alif lam litta’rif menjadi( اَلإِلاه)lalu di buang hamzahnya menjadi lafazh( اَلْلَاه)kemudian di idghomkan lam pertama dengan lam kedua dan di tafkhimkan jadi(الله )

2)      Dari mashdar lafazh( لَاهَ-يَلُوهُ-لاهًا)yaitu lafazh(لاهًا) dan dimasukkan Alif lam litta’rif menjadi(اَلْلَاْه )karena dua lam bersatu dimana yang awal sukun sedang yang kedua di beri harokat,maka di idghomkan dan di tafkhimkan menjadi lafazh(الله )

4.       (الرّحمن الرّحيم ) keduanya adalah isim fa’il dari lafazh رحِمَ ,dan keduanya berma’na mubalaghoh(sangat),yang pertama(الرّحمن ) wazannya فَعْلَانُ,dan yang kedua(الرّحيم) wazannya فَعِيْلٌ ,tetapi yang pertama(الرّحمن)lebih mubalaghoh dari yang kedua(الرّحيم),adapun perbedaan diantara keduanya adalah seperti yang dikatakan Imam Al Baghowi dalam Tafsirnya :

a)      Ar Rohman ma’nanya kasih sayang Alloh umum kepada semua Makhluq,yang menjadi dalil adalah QS Thoha : 90

وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِن قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي

Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan ta'atilah perintahku".

 

Lafazh (وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَنُ = Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah ) ditunjukkan bukan hanya kepada orang Mu’min,tapi kepada Bani Isroil yang ada pada saat itu,baik yang masih beriman ataupun yang sudah murtad dengan menyembah anak sapi.

b)      Ar Rohim ma’nanya khusus kepada orang Mu’min saja,yang menjadi dalil adalah QS Al Ahzab : 43

وكان بالمؤمنينَ رحيْمًا

Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Oleh karena itu dalam banyak kitab lafazh الرّحمن diartikan المنْعِمِ بجلائِلِ النِّعَمِ dan lafaz الرّحيم diartikan المنْعِمِ بذَقَائِقها .

 

Wallohu A’lam bi showab.

 

 

 

 

Terjemah Shorof Kailani : I'lal Fi'il Mudhori' bina Ajwaf

Terjemah Shorof Kailani : I'lal Fi'il Mudhori' bina Ajwaf

 

I’lal Fi’il mudhori bina Ajwaf.

وفى المضارع يصونُ ويبيعُ وإعلالُهما بالنّقْل فقط,ويخافُ ويهابُ وإعلالهما بالنّقْلِ والقلْبِ

Arti ; Dan pada fi’il mudhori’ adalah lafazh يصونُ  dan يبيعُ  ,dan I’lal keduanya adalah hanya dengan memindahkan harokat.dan lafazh  يخافُ dan يهابُ ,dan I’lal keduanya adalah dengan memindahkan harokat dan menukarkan huruf.

Menjelaskan fi’il mudhori bina Ajwaf wawu dan ya mabni fa’il.

1, Wazan يَفْعُلُ dan يَفْعِلُ .i’lalnya hanya memindahkan harokat( بالنّقْلِ) ,contoh  يَصُونُ dan يَبِيْعُ ,asalnya يَصْوُنُ dan يَبْيِعُ ,kemudian pindahkan harokat و kepada ص  menjadi يَصُوْنُ ,dan ي kepada   ب menjadi يَبِيْعُ .

2. Wazan  يَفْعَلُ ,I’lalnya dengan memindahkan dan menukarkan (بالنَّقْلِ والقَلْبِ),contoh ajwaf wawu يَخافُ,asalnya يَخْوَفُ  ,kemudian pindahkan harokat و kepada خ ,menjadi يَخَوْفُ ,kemudian tukarkan و  dengan alif( ا) menjadi  يَخَافُ .

Contoh Ajwaf ya يَهابُ  ,asalnya يَهْيَبُ  ,pindahkan harokat ي kepada ه,menjadi يَهَيْبُ ,kemudian tukarkan ه dengan alif(ا ),maka menjadi يَهابُ 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga bermanfa’at

Terjemah Shorof Kailani : I'lal Fi'il Madhi mabni maf'ul bina Ajwaf

Terjemah Shorof Kailani : I'lal Fi'il Madhi mabni maf'ul bina Ajwaf

 

Terjemah Shorof Kailani : I’lal fi’il madhi mabni maf’ul bina Ajwaf

وإذا بنيتَهُ للمفْعولِ كُسِرتْ الفاءُ من الجمِيْعِ فقُلْت صِيْنَ,وإعلالُهُ بالنَّقْلِ والقلْبِ وبيْعَ وإعْلالُهُ بالنّقْلِ فقطْ.

Artinya : Dan jika kamu me-mabni-kan fi’il madhi menjadi mabni maf’ul,maka baik ajwaf wawu maupun ya dikasrahkan,maka kamu mengatakan صِيْنَ dan I’lalnya adalah dengan memindahkan harokat dan menukarkan huruf,dan lafazh بيْعَ  ,dan I’lalnya dengan hanya memindahkan harokat.

Menjelaskan Fi’il Madhi bina Ajwaf mabni maf’ul

1. Ajwaf wawu dengan memindahkan harokat dan menukarkan huruf(بالنَّقْلِ والقَلْبِ ),contoh صَانُ asalnya صَوَنَ,lalu masukkan ke wazan فُعِلَ ,jadi صُوِنَkemudian pindahkan harokat و  kepada ص  ,jadi dibaca  صِوْنَ  ,kemudian ditukarkan و  kepada ي  ,karena agar sesuai(للمناسَبَةِ )jadi dibaca صِيْنَ  .

2. Ajwaf ya dengan memindahkan harokat( بالنَّقْلِ)contoh بَاعَ ,asalnya بَيَعَ lalu masukkan ke wazan فُعِلَ  ,jadi بُيِعَ ,kemudian pindahkan harokat ي  kepada ب ,jadi dibaca بِيْعَ .

 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga Bermanfa’at.

 

Terjemah Shorof Kailani : Fi'il Bina Ajwaf dimasuki Amil Jazim

Terjemah Shorof Kailani : Fi'il Bina Ajwaf dimasuki Amil Jazim

 

Fi’il bina ajwaf dimasuki ‘Amil jazm

ويَدْخُلُ الجازمُ على المضارع فتسقُطُ العينُ إذا سكن ما بَعْده وتَثْبُتُ إذا تُحُرِّكَ ما بعْده تقول لَم يَصُنْ لم يصوْنا لم يصونوا لَمْ تصُنْ لم تصوْنا لَم يصنَّ لم تصن لم تصونا لم تصونوا لَم تصوني لم تصونا لم تصنَّ لم أصُن لم نَصُنْ,وهكذا قياسُ لَم يبعْ لم يبيعا,ولم يخَف لم يَخافا

Dan amil jazm bertemu fi’il mudhori bina Ajwaf,maka jika setelah ‘ain fi’il di sukunkan,maka ‘ain fi’ilnya dibuang,dan jika setelah ‘ain fi’il diberi harokat,maka ‘ain fi’ilnya ditetapkan(tidak dibuang)

Menjelaskan mu’tal ‘ain dimasuki amil jawazim,ada 2 ketentuan,yaitu :

1.      Dibuang ‘ain fi’il jika huruf setelahnya di sukunkan,contoh :

لَم يَصُنْ(مفرد مذكر غائب)-لَمْ تصُنْ(مفرد مؤنّث غائب)-لَم يصنَّ(جمع مؤنث غائب)-لم تصن(مفرد مذكّر مخاطب)-لم تصنَّ(جمع مؤنّث مخاطب) لم أصُن(متكلّم وحده)-لم نَصُنْ(متكلّم مع الغير)

2. ‘ain fi’il ditetapkan/tidak dibuang jika huruf sesudahnya tidak disukunkan,yaitu pada fi’il lima,contoh ;

لم يصوْنا لم يصونوا ْ لم تصوْنا لم تصونا لم تصونوا لَم تصوني لم تصونا

وقِسْ عليه الأمرُ نحو صُنْ صونا صونوا صوني صونا صُنَّ وباالتّأكيد صوننَّ صونانِّ صونُنَّ صونِنَّ صونانّ صنّانِّ,وبِعْ بيعا بيعوا بيعي بيعا بِعْن,وخَف خافا خافوا خافي خافا خَفْنَ وبيعَنَّ وخافَنَّ

Fi’il Amr juga sama seperti fi’il mudhori yang dimasuki amil jazim,dibuang ‘ain fi’il jika huruf sesudahnya disukunkan,contoh(صُنْ-صُنَّ )dan tidak dibuang jika huruf sesudah ‘ain fi’il diberi harokat,contoh (صونا صونوا صوني صونا َ )

Wallohu A’lam bish showab.

Semoga bermanfa’at.

Terjemahan Shorof Kailani : Harokat akhir fi'il mudhori ketika bertemu nun Taukid

Terjemahan Shorof Kailani : Harokat akhir fi'il mudhori ketika bertemu nun Taukid

 

Harokat akhir fi’il ketika bertemu nun taukid

 

وَيُفْتَحُ أخِرُ الفعلِ إذا كان فعل الواحد والواحدةِ الغائبَةِ,ويُضَمُّ إذا كان فعلُ جماعة الذُّكورِ,وَيُكْسَرُ إذا كان فعلُ الواحدةِ المخاطَبَةِ.

 

Harokat Akhir fi’il.

1.       Difathahkan jika fi’il mufrod mudzakkar ghoib,mufrod mudzakkar mukhothob,mufrod muannats ghoib,contoh لِيَنْصُرَنَّ-لِتَنْصُرَنَّ alasan diberi harokatnya adalah supaya tidak terjadi  antara dan yang bertasydid,adapun alasan diberi harokat fathah adalah karena jika harokat dhommah atau kasroh dikhawatirkan sama dengan jama atau mufrod muannats mukhothobah.

2.       Di dhomahkan jika fi’il jama’ mudzakkar ghoib dan jama mudzakkar mukhothob,contoh لِيَنْصُرُنَّ-لِتَنْصُرُنَّ,alasan diberi harokat dhommah supaya menunjukkan bahwa dalam kalimat tersebut ada wawu yang dibuang.

3.       Di kasrohkan pada mufrodah muannats mukhothobah,contoh لِتَنْصُرِنَّ,alasan diberi harokat kasroh supaya menunjukkan bahwa dalam kalimat tersebut ada ya yang dibuang.

 

فتقول فى أمْرِ الغائِبِ مؤكّدًا بالنّونِ الثَقيلَةِ لِيَنْصُرَنَّ-لِيَنْصُرانِّ-لِيَنْصُرُنَّ-لِتَنْصُرَنَّ-لِتَنْصُرانِّ-لِيَنْصُرْنانِّ,وفى الخفيفة لِيَنْصُرَنْ-لِيَنْصُرُنْ-لِتَنْصُرَن.

وفي أمْرِ الحاضِرِ مؤكّدا بالثقيلة : اُنْصُرَنَّ-انْصُرانِّ-اُنْصُرُنَّ-انْصُرِنَّ-انْصُرانِّ-انْصُرْنانِّ وبالخفيفة : انْصُرَنْ-انْصُرُنْ-انْصُرِنْ.

Contoh amar ghoib dan amar hadhir yang dimasuki nun taukid tsaqilah dan khofifah

1.       Amr Ghoib yang dimasuki nun taukid tsaqilah

مفرد مذكّر عائب(لِيَنْصُرَنَّ)-مثَنَّى مذكّر غائب(ِلِيَنْصُرانِّ)-جمع مذكّر غائب(لِيَنْصُرُنَّ)-مفرد مؤنّث غائبة(لِتَنْصُرَنَّ)-مثنّى مؤنث غائبة(ِتَنْصُرانِّ)-جمع مؤنّث غائبة(لِيَنْصُرْنانِّ)

2.       Amr Ghoib yang dimasuki nun taukid khofifah

مفرد مذكّر عائب(لِيَنْصُرَنْ)- جمع مذكّر غائب(لِيَنْصُرُنْ)-مفرد مؤنّث غائبة(لِتَنْصُرَن)

3.       Amr Hadhir yang dimasuki nun taukid tsaqilah

مفرد مذكّر مخاطب(ُاُنْصُرَنَّ)-مثنّى مذكّر مخاطب(انْصُرانِّ)-جمع مذكّر مخاطب(اُنْصُرُنَّ)-مفرد مؤَنّث مخاطبة(انْصُرِنَّ)-مثنّى مؤنّث مخاطبة(انْصُرانِّ)-جمع مؤنّث مخاطبة(انْصُرْنانّ)

 

4.       Amr Hadhir yang dimasuki nun taukid khofifah

مفرد مذكّر مخاطب(انْصُرَنْ)- جمع مذكّر مخاطب(انْصُرُنْ)-مفرد مؤَنّث مخاطبة(انْصُرِنْ)

 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga bermanfa’at