Khutbah Iedul Fitri
Upaya mempertahankan kemenangan
الله أكبر (9)مرّات –
لاإله إلّا الله والله أكبر- الله أكبر ولله الحمد
إنّ الحمد لله نحمده
ونستعينه ونستغفره,ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّأت أعمالنا من يهد الله فلا
مُضلّ له ومن يُضْلل فلا هاديَ له,أشهد أن لا اله إلّا الله وحده لا شريك له,وأشهد
أنّ محمّدا عبده ورسوله الذي لا نبيّ ولارسولَ بعده والصلاة والسلام على رسول الله
سيّدنا محمّدٍ وعلى أله وصحبه ومن والاه(أمّا بعد)فإنّ خيرَ الحديث كتابُ الله
وخيرَ الهديِ هديُ محمّدٍ صلّى الله عليه وسلّم وشرَّ الأمور محدثاتها وكلَّ
محدثاتٍ بدعةٌ وكلَّ بدعة ضلالةٌ وكلَّ صلالةٍ فى النّار,فيا عبادَ الله : اِتّقوا
الله فإِنّ خيرَ الزّادِ التّقْوى أعوذ بالله من الشّيطان الرجيم,بسم الله الرّحمن
الرّحيم,ياأيّهاالذين أمنوا اتّقوالله حقّ تقاته,ولا تموتنّ إلّا وانتم مسلمون, يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء
وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيباً وقال
أيصا:قد أفلح من تزكّى,وذكراسم ربّه فصلّى(الأعلى 14-15)
Puji dan syukur marilah kita
panjatkan ke hadhirat Alloh Subhanahu wa ta’ala yang telah menyampaikan kita
kepada hari raya Iedul Fitri di tahun 1443 hijriah ini,dimana iedul fitri kali
ini adalah iedul fitri yang ke 1442 bagi Ummat Islam,karena kewajiban shaum di
tetapkan di tahun kedua hijriah,dan tentu saja iedul fitri pertama dirayakan di
tahun kedua hijriah,dan iedul fitri tersebut merupakan iedul fitri yang sangat
special bagi ummat islam karena merupakan kemenangan setelah shaum romadhon
pertama dan kemenangan setelah yaumul furqon perang badar yang juga terjadi di
Romadhon tahun dua hijriah,sholawat dan salam mudah mudahan Alloh limpah
curahkan kepada junjunan alam,nabi Muhammad ﷺserta
segenap keluarga dan Shohabatnya dan juga kepada kita selaku ummatnya,Aamin
yra.
الله أكبر (3)مرّات
Khotib berwasiat khususnya kepada
diri khotib dan umumnya kepada jama’ah yang hadir dalam kesempatan ini,marilah
kita sama sama meningkatkan ketakwaan kepada Alloh SWT,karena Takwa adalah
bekal yang paling baik,sebagaimana Alloh Firmankan pada QS Al Baqoroh : 197
فإِنّ خيرَ الزّادِ
التّقْوى
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumulloh
Sejak tadi malam telah berkumandang
alunan suara Takbir,tahlil,tasbih dan tahmid sebagai bentuk ungkapan syukur kepada
Alloh SWT atas kemenangan besar yang diperoleh,yaitu kemenangan menundukkan
hawa nafsu sehingga bisa merubah dan membawa nafsu tersebut dari nafsu Ammaroh
yang selalu membawa kepada keburukan menuju nafsu Muthmainnah yang yang di
ridhoi Alloh karena ridho dan siap diatur dengan hukum dan ketentuan Alloh
serta siap berada dalam barisan Ibadulloh,sehingga dengan kemenangan ini mudah
mudahan Alloh menerima seluruh amal kita di bulan suci Romadhon,dimana tanda
diterimanya amal adalah orang yang beramal akan istiqomah dengan
amalnya,sebagaimana dikatakan Ibnu Rojab Al Hambali
فَمن عَمِلَ حسنةً ثُمّ اتَّبَعَها بَعْدَ
حَسنةٍ كان ذلك علامةً على قبولِ الحسَنةِ الأُولَى كما أنّ مَن عمِلَ حسنةً ثُمّ
اتَّبَعَها بسَيِّئَةٍ كان ذلك علامةَ ردِّ الحسنةِ وعدَمِ قبولِها
Barang siapa yang mengerjakan amal
yang baik kemudian dia mengikutinya(melanjutkannya) dengan amalan yang
baik,maka itu adalah suatu tanda diterimanya amalan yang pertama,seperti
sesungguhnya barangsiapa yang mengerjakan amalan yang baik tetapi mengikutinya
dengan amalan yang buruk,maka itu adalah tanda ditolak dan tidak diterimanya
amalan baik tersebut.
الله أكبر (3)مرّات
Ma’asyirol Muslimin rohimakumulloh
Apabila kita menginginkan amalan
kita di bulan Romadhon diterima,tentu kita
harus istiqomah dalam beramal,shaum kita lanjutkan setelah
Romadhon,Qiyamullail kita lanjutkan,Qiroatul Qur’an kita lanjutkan dan amalan
amalan yang lain pun kita lanjutkan,sehingga kemenangan di hari fitri pun bisa
kita lanjutkan dan pertahankan di hari hari setelah iedul fitri,kemenangan
menghadapi hawa nafsu,kemenangan menghadapi rongrongan syaithon dan para
pengikutnya yang terdiri dari orang orang kafir dan musyrik. Dan untuk menggapai
serta mempertahankan kemenangan ini tidaklah mudah,ada beberapa syarat agar
kita termasuk orang orang yang mendapatkan dan mempertahankan kemenangan.
Diantaranya
1.
Dengan Iman – agar
kita menjadi orang yang mendapatkan kemenangan,tidak dikuasai oleh nafsu dan
Syaithon haruslah dengan iman,karena syaithon hanya bisa berkuasa pada orang
orang kafir dan musyrik. Alloh berfirman dalam QS An Nahl : 100
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ
عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya kekuasaannya
(syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas
orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
Dalam Qs Maryam : 83 juga
Alloh berfirman
أَلَمْ تَرَ أَنَّا
أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزّاً
Tidakkah kamu lihat,
bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir
untuk menghasung mereka berbuat ma'siat dengan sungguh-sungguh?,
2.
Dengan Ikhlash :
Ikhlas adalah tidak riya dalam beribadah ( تَرْكُ
الرّيا في العبادة),ibadah hanya ditunjukkan untuk Alloh
semata dan karena melaksanakan perintah Alloh semata. Dan orang yang ikhlas
akan selamat dari godaan Syaithon sebagaimana syaithon katakan sendiri dalam
dialognya dengan Alloh,yang Alloh abadikan dalam Qs Al Hijr : 39-40
قَالَ رَبِّ بِمَا
أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وَلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
إِلاَّ عِبَادَكَ
مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata : "Ya
Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan
menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti
aku akan menyesatkan mereka semuanya - kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis
di antara mereka
Jadi dengan Ikhlas kita akan selaman dari
godaan syaithon dan mendapatkan kemenangan untuk menghadapinya.
الله أكبر (3)مرّات
Kita
mungkin bertanya tanya mengapa Umar R.A
menjadi orang yang ditakuti syaithon,sehingga syathon tidak mau bertemu dan
berpapasan dengan beliau,padahal beliau tidak melihat syaithon tersebut,itu
karena beliau termasuk orang yang ikhlash,sehingga karena ikhlashnya beliau
tidak marah saat seorang wanita berkata kepadanya di pasar “Yaa Amiirol
mu’minin ittaqillah”sebuah perkataan yang kurang pantas sebenarnya,perintah
takwa yang diungkapkan oleh seseorang kepada shohabat yang sudah dikenal
ketakwaannya dan kezuhudannya,tapi begitulah Umar,beliau tidak marah dan malah
melayani pengaduan wanita tersebut. Begitu juga Yusuf A.S selamat dari godaan
zulaikha karena beliau termasuk orang yang ikhlash
وَلَقَدْ هَمَّتْ
بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلا أَن رَّأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ
عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Sesungguhnya wanita itu
telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud
(melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari)
Tuhannya . Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan
kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang Ikhlash
3.
Dengan Ta’at : Alloh
Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat An Nur ayat 52
وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Dan
barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan
bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan
Kita
mengetahui dalam sejarah peristiwa badar dan peristiwa uhud,dimana kedua
peristiwa tersebut mempunyai akhir yang beda,di badar berakhir dengan
kemenangan dan di uhud berakhir dengan kekalahan,jawabanya adalah karena
ta’at,pada perang badar shohabat sepakat untuk ta’at sedangkan pada perang uhud
ada golongan yang tidak ta’at.
وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ
اللّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ
وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا
تُحِبُّونَ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ
صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ
عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Dan sesungguhnya Allah
telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan
izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan
mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang
kamu sukai . Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada
orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka
untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema'afkan kamu. Dan Allah
mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman
4.
Dengan Sabar :
sabar adalah tidak mengeluh kepada selain Alloh ( تَرْكُ
الشّكْوى لغيرِ الله) dan Alloh menjanjikan keuntungan untuk
orang orang yang bersabar dalam Firmannya Qs Ali Imron : 200
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang
beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga
(di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung
5.
Dengan Tawakkal,yang
dimaksud dengan tawakkal adalah tidak bergantung/bersandar kepada sebab atau
usaha yang dilakukan ( عَدَمُ الاعتمادِ على الأسبابِ الموضوعة),Alloh
telah memberikan contoh kepada kita pada peristiwa Hunain,bagaimana para
Shohabat ketika mereka bergantung pada ikhtiar yang dijalankan berupa banyaknya
jumlah pasukan dan menganggap seolah olah kemenangan yang mereka dapat selama
ini adalah karena usaha dan kuasa mereka.dalam surat At Taubat ayat 25 Alloh
berfirman
لَقَدْ نَصَرَكُمُ
اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ
كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا
رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ
Sesungguhnya
Allah telah menolong kamu (hai para mu'minin) di medan peperangan yang banyak,
dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena
banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa'at
kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu,
kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai
6.
Dengan
Loyalitas/kecintaan/mendahulukan ; Alloh menjanjikan kemenangan bagi orang
orang orang yang mencintai dan mendahulukan kepentingan Alloh,Rosul dan orang
beriman dalam Qs Al Maidah : 56
وَمَن يَتَوَلَّ
اللّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ
الْغَالِبُونَ
Dan
barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya,
maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang
الله أكبر (3)مرّات
Ma’asyirol Muslimin rohimakumulloh
Dengan
yang enam hal tersebut,yaitu Iman-Ikhlash-Ta’at-Sabar-Tawakkal-dan Cinta atau
Loyal maka In syaa Alloh kita akan menjadi orang yang diberi karunia kemenangan
melawan hawa nafsu dan mengahadapi rongrongan syaithon dan teman temannya
sehingga kita bisa istiqomah dalam melanjutkan ibadah ibadah kita setelah
Romadhon.
بارك الله لى ولكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبّل منى ومنكم
تلاوته إنّه هو السميع العليم
الله أكبر (7)مرّات
اللهُ أكبر كبيرًا والحمد للهِ كثيْرًا وسبحانَ الله بكرةً وأصيْلا لا إله إلّا
اللهُ وحده صدقَ وعدَه ونصرَ عبْده وأعزَّ جنده وحزمَ الأحزابَ وحده
الحمد الله الّذي فرضَ علينا الصّيامَ وَصِيْلةَ التّقْوى للمؤمنين وجعَلَ العيدَ
ضِيافَةً للصّائمين والصّلاةُ والسّلامُ على سيّد المرسلين وخاتَمِ النّبيّين
وإمام المُجا هدين سيّدِنا محمّدٍ وعلى ألِهِ وصَحْبهِ أجْمعين,أمّا بَعْدُ
فيا أيّها
الحاضرون اتقوالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلّا وانتم مسلمون أعوذ بالله من الشيطان
الرّجيم بسم الله الرّحمن الرّحيم ياأيّها النّاس
اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منها رجالا كثيرا
ونساء,واتقوا الله الذي تسائلون به والارحام,إنّ الله كان عليكم رقيبا,وقال أيصا :
إنّ الله وملائكته يُصلّون على النبيّ يا أيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا
تسليما,اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمّد وسلِّم
ورضي الله تبارك وتعالى عن كلّ صحابة رسول الله اجمعين,امين يا ربّ العالمين
اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم
والاموات,إنّك سميع قريب مَجيب الدّعوات يا قاضي الحاجات,ربّنا لا تُزغ قاوبَنا
بعد إذْ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنّك انت الوهّاب,ربّنا لا تؤاخذنا إن نسينا
أو أخطئنا ربّنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربّنا ولا
تُحمّلنا ما لا طاقة لنا به واعف عنّا واغفر لنا وارحمنا انت مولانا فانصرنا غلى
القوم الكافرين,ربّنا اتنا فى الدّنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النّار
والحمد لله رب العالمين
|
|