Jual beli yang dilarang : Jual beli patung(berhala)

Jual beli Patung(berhala).

Diantara barang yang haram di perjual belikan adalah patung (berhala),berdasarkan hadits :

عَنْ جابِرْ بْنِ عبدِ الله رضي الله عنهما أنّه سَمِعَ رسولَ الله صلّى الله عليه وسلّم يقول عامَ الفتْحِ وهو بمكّة : إنَّ الله حرّم بَيْعَ الخمْرِ والميتةِ والخنْزيرِ والأصنامِ ...... (متّفق عليه)[1]

“Dari Jabir bin Abdillah RA,sesungguhnya dia mendengar Rosululloh SAW bersabda  di Mekkah pada tahun kemenangan Mekkah : Sesungguhnya Alloh telah mengharamkan jual beli minuman keras,bangkai,daging babi dan berhala.”

Alasan diharamkannya jual beli  patung(berhala):

1.            Berdasarkan Hadits diatas tentang pengharaman jual beli berhala.

2.            Karena pembuatan patung,berhala dan gambar adalah perbuatan terlarang berdasarkan hadits Rosululloh SAW

لَعَنَ الله المصَوِّرِيْنَ(متفق عليه)

‘’Alloh melaknat para pembuat gambar”

Bila Alloh melaknat pembuat gambar,maka pembuat patung lebih utama untuk mendapatkan laknat.

قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إنَّ الملائِمةَ لاتَدْخُلُ بَيْتًا فيه تَماثِيلُ (أو تصاويْرُ) متفق عليه,واللفظ للمسلم

‘’Bersabda Rosululloh SAW : Sesungguhnya Malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya ada patung(gambar)”.[2]

مَنْ صَوَّرَ صورَةً كُلِّفَ يومَ القيامة أنْ يُنْفَخَ فيها الرّوحُ وليسَ يُنافِخُ فيها أبَدًا (رواه البخاري)

“Barangsiapa yang menggambar sebuah gambar/membuat patung maka akan dituntut pada hari kiamat untuk meniupkan ruh pada patung/gambar yang dibuatnya,padahal dia tidak akan bisa meniupkan ruh selamanya.”[3]

Karena membuat patung dan berhala diharamkan,maka menjual berhala,patung dan gambar termasuk menolong kepada perbuatan terlarang.

وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(Al Maidah ayat 2)”

Hadits Rosululloh SAW

وعن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : "منْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُورِهِم شَيْئاً ، ومَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لا ينقُصُ ذلكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئاً " رواه مسلم

“Barangsiapa  yang mengajak kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala orang yang mengikutinya,tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang mengikutinya, dan barangsiapa  yang mengajak kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa orang yang mengikutinya,tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa orang yang mengikutinya”[4]

 

Wallohu A’lam bish showab

 

Semoga bermanfa’at

 



[1] Bulughul Marom no 801

[2] Al Halal wal Harom Fil Islam hal 97.Dr Syekh Yusuf Al Qordhowi.Maktab Al Islami Madinatul Munawwaroh.1978.

[3] Ibid hal 98.

[4] Riyadhusholihin no 173

Da'wah adalah keajiban kita bersama,dengan blog ini hendak melaksanakan kewajiban tersebut.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon