Terjemah Shorof Kailani : Nun Taukid Tsaqilah dan Khofifah

 

Nun taukid Tsaqilah dan Khofifah

قال المصنِّف : وتَلْحَقُ الفِعْلَ غَيرَ الماضِي والحالِ نونا التّأكيدِ خفيفَةٌ ساكِنَةٌ وثَقِيْلَةٌ مفْتوحَةٌ,إلّا فيما تُخْتَصُّ به وهو فعلُ الإثْنَيْنِ وجماعةِ النِّساءِ,فهي مكسورةٌ فيه,فتقولُ اذهَبَانِّ للإثْنينِ واذْهَبْنانِّ يانِسْوَةُ,فتدْخُلُ ألِفًا بَعْد نونِ جمعِ المؤنّثِ لتَفْصِلَ بينَ النُّوناتِ

Arti : dan mengikuti kepada Fi’il selain zaman madhi dan zaman hal nun dua taukid,yaitu nun taukid khofifah yang disukunkan dan nun taukid tsaqilah yang difatahkan. Kecuali(nun taukid tsaqilah tidak difathahkan) pada dua tempat yaitu pada fi’il yang berdhomir mutsanna dan berdhomir jama’ muannats,maka(pada kedua tempat tadi) nun taukid tsaqilahnya di kasrohkan,contoh  اِذْهَبَانِّ untuk mutsanna dan    اِذْهَبْنَانِّ   untuk jama' muannats. Kemudian kamu memasukkan Alif setelah nun jama’ muannats sebagai pemisah antara beberapa nun.

Penjelasan : Dua Nun Taukid adalah untuk menguatkan kalam/pembicaraan.

Nun taukid biasa masuk pada fi’il selain madhi dan hal(berarti masuk pada fi’il Istiqbal dan tholab seperti Fi’il mudhori kemasukan lam amr,fi’il amr dan fi’il mudhori kemasukkan lam ibtida),adapun dua nun taukid tersebut adalah

  1. Nun Taukid Khofifah(berarti ringan) yang selamanya berbaris sukun,contoh (  اِذْهَبَنْ-اذْهبُنْ-اذْهَبِن ),disebut khofifah/ringan karena berbaris sukun dan tanpa tasydid.
  2. Nun Taukid Tsaaqilah(berarti berat) yang berbaris fathah,(اِذْهَبَنَّ-اذْهبُنَّ-اذْهَبِنَّ ) yaitu ketika fi’il menempel pada fi’il selain dua fi’il (selain fi’il yang dimasuki dhomir mutsanna/tatsniah dan dhomir jama’ muannats),disebut tsaqilah/berat karena bertasydid.

Tidak semua nun taukid Tsaqilah berbaris Fathah, karena ada pengecualian yaitu pada dua fi’il,dimana nun pada kedua fi’il tersebut di kasrohkan.

  1. Fi’il yang dimasuki dhomir mutsanna,contoh ( اِذْهبانِّ ) asalnya ( اذْهَبا ),nun taukidnya di kasrohkan.
  2. Fi’il yang dimasuki dhomir nun jama mu’annats,contoh ( اذْهبْنانِّ ) asalnya ( اذْهَبْنَ ),adapun alif yang berada diantara dua nun adalah alif fashilah/pemisah. 

قال المصنّف : ولاتدْخلُهُما النّونُ الخفيفةُ,لأنّه يَلْزَمُ التقاءَ السّاكنينِ على غيرحَدِّهِ ,فإنَّ الفقاءَ السّاكِنينِ إنّما يجوز إذا كان الأوّل منهما حرفُ مَدٍّ والثّاني مُدْغَمًانحو دابَّةٌ

Arti dan Penjelasan : Nun Taukid Khofifah tidak boleh masuk pada fi’il yang dimasuki dhomir mutsanna dan dhomir jama’ mu’annatts karena akan mengakibatkan iltiqo ussakinain(bertemunya dua huruf yang sukun dalam satu kalimat),contoh apabila lafazh اذْهَبا  (mutsanna) dimasuki nun taukid tsaqilah maka akan dibaca    اِذْهَبَانْ  ,yang menimbulkan iltiqoo ussakinaini antara alif dan nun,ataupun jika nun taukid khofifah  dimasukkan pada fi’il yang menunjukkan dhomir jama mu’annats seperti lafazh  اذْهَبْنَ   ,maka akan menjadi    اذْهبْنانْ   yang mengakibatkan iltoo ussakinaini antara alif dan nun.

Tidak semua Iltiqoo ussakinani dilarang,karena ada iltiqoo ussakinain yang dibolehkan dimana kalimat awalnya huruf mad dan yang kedua adalah kalimat di idghomkan seperti lafazh (  دابَّةٌ ).

Tonton juga versi video di https://youtu.be/v5c4jgbs_z8

 

 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga bermanfaat

Da'wah adalah keajiban kita bersama,dengan blog ini hendak melaksanakan kewajiban tersebut.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon