Fardhu Mandi dan sunat sunatnya.
A.
Fardhu Mandi
1.
Niat,ketika memulai membasuh anggota
badan,dengan niat menghilangkan hadats yang besar.
إنّما
الاعْمالُ بالنّياتِ وإنّما لكُلِّ امْرِءٍ ما نوى (متفق عليه)
“Sesunggunhnya
amal itu tergantung niatnya,dan setiap orang akan memperoleh apa yang
diniatkannya”
2.
Menghilangkan sesuatu yang menempel
pada tubuh baik yang najis ataupun tidak agar tidak menghalangi sampainya air
pada kulit,dilakukan sebelum mandi.
3. Mengalirkan air pada kulit dan bulu bulu yang
ada pada tubuh.
وعَنْ أبي هريرةَ رضي الله عنه قال قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم :
إنَّ تحت كُلِّ شَعْرةٍ جنابَةً فاغْسِلوا الشَّعْرَ وأنْقوا البَشَرَ (رواه أبو
داود والتّرمذي وضَعَّفاه)
“Dari
Abu Haurairoh RA ia berkata : Rosululoh SAW bersabda ; Bahwasanya di tiap tiap
satu rambut terdapat jinabat.(Oleh karena itu)basuhlah rambut dan bersihkan
kulit.”
B.
Sunat sunat Mandi
1.
Membaca Bismillah.
كُلُّ أمْرٍ
ذي بالٍ لا يُبْدَأُ فيه باسْم الله الرّحمن الرّحيم فهو أقْطَعُ (رواه أبو داود)
“Tiap
tiap pekerjaan penting yang yang tidak dimulai dengan bismillah,maka pekerjaan
itu terputus(kurang berkah)”
2.
Wudhu sebelum Mandi.
وعَنْ
عائِشَةَ رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إذا اغْتَسَلَ
من الجَنابَةِ يَبْدأُ فيَغْسِلُ يديْه ثُمَّ يُفْرِغُ بيمينِهِ على
شِمالِهِ,فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمّ يتوَضَّاُ ...(متّفق عليه واللفظُ للمسلم)
“Dari
Aisyah RA dia berkata : Rosululloh SAW bila mandi dari jinabat mulai membasuh
kedua tangannya,kemudian menumpahkan air dengan tangan kanan kepada tangan
kirinya,lalu membasuh kemaluannya kemudian berwudhu……..”
3.
Menggosok gosok,jadi boleh mandi tanpa
di gosok gosok,cukup hanya membasahi seluruh anggota badan dengan merata.
4.
Muwaalat atau Berkesinambungan,karena
muwaalat adalah sunat dalam mandi jinabat,jadi boleh mandi jinabat tidak
sekaligus,misalnya badannya dulu kemudian beraktifitas,setelah itu dilanjut
dengan membasuh kepala,tetapi ada yang berpendapat jika beraktifitas sedangkan
mandi jinabatnya belum sempurna,maka segala aktifitasnya makruh,kesimpulannya
lebih baik berkesinambungan,dan jika ada hal hal yang menyebabkan tidak
berkesinambungan dalam mandi jinabat,maka boleh tidak berkesinambungan.
5.
Mendahulukan yang kanan
عَنْ عائِشَةَ
رضي الله عنها قالتْ كانَ رسولُ الله صلّى الله عليه وسلّم يُحِبُّ التّيامُنُ فى
تَنَعُّلِه وترَجُّله وطَهورِهِ وفي شأنِهِ كُلِّهِ (رواه البخاري ومسلم)
“Dari
Aisyah dia berkata “Rosululloh SAW suka mendahulukan anggota yang kanan ketika
memakai sandal,bersisir,bersuci,dan dalam segala halnya.”
6.
Membuat penutup jika mandi
sendiri,jika mandi bareng bareng maka membuat penutup hukumnya wajib.
إنّ الله
حيِيٌّ ستيرٌ يُحِبُّ الحياءَ فإذا اغْتَسَلَ أحدُكُم فلْيَسْتَتِرْ (رواه أبو
داود)
“Sesungguhnya
Alloh itu maha pemalu lagi maha tertutup,yang mencintai orang orang yang
pemalu.Karena itu jika salah seorang diantara kamu mandi,hendaklah ia memakai
penutup.”
Wallohu A’lam bi Showab
Semoga Bermanfaat