Akibat menjauhi Ulama

 

Jangan menjauhi Ulama

قالَ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : سيَأتِي زمانٌ على أُمّتِي يفِرّونَ من العلماءِ والفقهاءِ,فَيَبْتَلِيَ الله بثلاثِ بلياتٍ : أولاها يَرفعُ الله البَرَكَةَ مِن كسْبِهم,والثانيةُ يُسَلِّطُ الله تعالى عليهم سُلْطانًا ظالِمًا,والثالِثةُ يُخْرِجُونَ من الدُّنْيا بغَيرِ إيمانٍ.

Bersabda Rosululloh SAW : Akan datang suatu masa pada Ummatku,mereka lari menjauhi Ulama,maka Alloh akan memberikan tiga cobaan.yang pertama Alloh akan menghilangkan barokah dari kasabnya.Yang kedua Alloh akan menjadikan penguasa yang zholim berkuasa atas mereka,Yang ketiga mereka akan meninggalkan dunia atau mati tanpa membawa Iman.

Penjelasan : Yang dikatakan Rosululloh tentang masa yang akan datang disebut Nubuwat,dan diantara salahsatu nubuwat Rosululloh adalah tentang malapetaka yang akan menimpa ummatnya,yaitu mereka akan lari dari Ulama dan menjauhi ilmu syara’. Ulama yang dimaksud tentu saja Ulamaul ‘Aalimiin atau ulama yang mengamalkan ilmunya bukan Ulama suu’(Ulama yang jelek) yang perumpamaannya Alloh sebutkan dalam Al Qur’an Surat Al A’rof ayat 175-176.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ -  وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Menurut dua ayat diatas,yang dimaksud dengan Ulama suu’ adalah orang yang diberi pengetahuan tentang isi kitab(Al Qur’an) tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya yang Alloh umpamakan seperti anjing yang selalu baik pada orang yang memberinya tulang(makanan),dan Ulamaul ‘Amiliin tentu saja kebalikan dari Ulama suu yaitu Ulama yang Alloh sebutkan dalam Qur’an Surat Fathir ayat 28.

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Ayat ini menjelaskan bahwa Ulamaul ‘Amiliin adalah orang yang takut kepada Alloh(tentu saja takutnya disertai ilmu)karena Alloh maha Perkasa,dan jika dia berdosa maka dia meminta ampunan karena Alloh maha Pengampun.

Jika ummat sudah lari tidak mau mendengar ulamaul ‘Amilin dan bahkan lebih suka mendengar Ulama suu,maka Alloh akan memberikan tiga ujian yaitu

1.       Dihilangkan barokah dari kasabnya.

Jika lari dari Ulama dengan tidak mau mendengar nasihat para Ulamaul ‘Amiliin maka orang tersebut akan kehilangan barokah dari kasabnya,adapun pengertian barokah adalah tambahnya kebaikan ( زِيادةُ الخَيْر )dan tanda dia kehilangan barokah dari kasabnya adalah

a.       Dia akan jadi orang yang merasa kurang (fakir) sehingga dia tidak bisa bersyukur atas ni’mat dari hasil kasabnya,sehingga lama kelamaan dia akan menjadi orang yang kufur ni’mat sebagaimana yang dikatakan oleh Sayyidina ‘Ali RA.

كَادَ الفَقْرُ أنْ يكونَ كُفْرًا

Hampir saja kefakiran(merasa kurang) akan mendekatkan kepada kekufuran.

b.      Harta yang dia dapatkan tidak mendorongnya untuk mendekatkan diri kepada Alloh,malah makin maju kasabnya makin jauh dia dari rahmat Alloh.

Begitulah jika orang sudah tidak mau mendengarkan nasihat Ulama,dia akan kehilangan barokah dari kasabnya,yaitu akan selalu merasa kurang sehingga tidak bersyukur dan harta yang dimilikinya tidak menjadikannya dekat dengan sang pemberi harta.

2.       Diberi pemimpin yang zholim.

Karena lari dari Ulama dan tidak mau mendengar nasihat Ulama satu komunitas Masyarakat akan diberi pemimpin yang zholim,yaitu pemimpin yang melebihi batas batas yang ditentukan syari’at atau pemimpin yang keluar dan tidak melaksanakan kaidah kaidah agama dalam kepemimpinannya.dan itu adalah musibah buat orang orang beriman karena punya pemimpin yang tidak mengatur masyarakatnya dengan wahyu tetapi dengan nafsu.

3.       Mati tidak membawa iman

Puncak musibah Ummat Rosululloh jika menjauhi dan tidak mau mendengarkan Ulama adalah mereka akan mati tanpa membawa iman alias su ul khotimah,penyebab mereka mati su ul khotimah adalah.

a.       Karena kasab mereka tidak barokah sehingga menjadi orang yang merasa kurang dan tidak bersyukur,serta hasil dari kasab mereka malah menjadikan mereka jauh dari rahmat Alloh SWT.

b.      Karena dipimpin oleh orang yang zholim dan menjauhi syari’at maka Ummat Rosululloh akhirnya akan jauh dari Syari’at Alloh bahkan membenci syari’at Alloh dan agamanya sendiri,na’udzu billah.

 

Wallohu A’lam bish showab

Semoga Bermanfa’at.

 

 

Da'wah adalah keajiban kita bersama,dengan blog ini hendak melaksanakan kewajiban tersebut.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon