Khutbah Jum'at : Bahaya Hasad

 Khutbah Jum'at : Bahaya Hasad

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ 

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ، اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ (الذاريات: ١٦-١٧)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kenikmatan surga itu lebih utama, lebih lama, dan lebih agung daripada kenikmatan dunia. Kenikmatan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan surga. Karenanya, kita harus terus berusaha menjadi orang yang bertakwa. Karena takwa-lah yang menjadi bekal kita untuk meraih kebahagiaan yang abadi di akhirat.  Takwa bukan hanya pekerjaan lahiriyyah, tapi juga pekerjaan bathiniyyah, karena ada orang yang lahirnya rajin beribadah, tapi hatinya tidak dijaga dari penyakit penyakit hati, maka makin lama ibadahnya makin berkurang, bahkan walaupun masih beribadah, tapi ibadahnya tanpa isi, tanpa esensi karena habis digerogoti oleh penyakit hati, dan salah satu penyakit hati yang menggerogoti ibadah adalah hasud, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

Adapun yang disebut dengan hasud Adalah

( تَمَنّى زَوالِ نِعَمِ اللّهِ تعالى عَنْ أخيْكَ المسلمِ سواءٌ كانتْ النّعمةُ دُنياوِيٌّا أو أُخراوِيٌّا) yaitu menginginkan hilangnya ni’mat Alloh dari saudaramu sesama Muslim, baik itu ni’mat duniawi atau ni’mat ukhrowi

Ø  Hasud dalam urusan dunia, dimana seseorang iri atas ni’mat dunia yang Alloh berikan kepada saudaranya sesama Muslim, sehingga dia mengharapkan, bahkan mendo’akan dan berupaya agar ni’mat itu tercabut dari saudaranya tersebut.

Ø  Hasud dalam urusan ukhrowi, seperti hasudnya Bani Isroil kepada ummat Islam(khususnya Nabi Muhammad) karena kehormatan yang Alloh berikan berupa kenabian, atau hasadnya Qobil kepada Habil karena Qurban persembahan Habil diterima oleh Alloh.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hasad adalah penyakit hati yang tentu saja tidak tiba tiba datang, sebagaimana kita ketahui satu dosa tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan dosa dosa lainnya, begitu juga sifat buruk, pasti terhubung dengan sifat buruk lainnya, hasad juga sama, ada penyebab dan pemicunya.

Imam Al Ghozali menyebutkan setidaknya ada enam penyebab sifat hasad tumbuh subur dalam diri seseorang

1.     Permusuhan dan kebencian seseorang kepada yang lainnya, seperti permusuhan dan kebencian qobil kepada habil yang diawali dengan pernikahan yang dianggap tidak adil menurut qobil.

2.     Rasa paling mulia, seperti iblis yang merasa lebih mulia dari adam hingga tidak mau sujud tahiyyat kepada Adam, walau[un itu perintah Alloh

3.     Kesombongan dan takabbur

4.     Ujub dengan kekuatan diri

5.     Ketakutan mendapat saingan

6.     Ambisi terhadap kedudukan, sehingga karena ambisi tersebut dia akan berusaha menyinglkirkan orang yang dianggap sebagai ancaman.

 

Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzi menyebutkan dalam kitab Al Fawaid tentang keburukan keburukan sifat hasad, yaitu

1.     Hasad merupakan tindakan berpaling dari kebenaran

2.     Hasad merupakan protes terhadap takdir dan ketentuan dari Alloh

3.     Hasad adalah upaya menghilangkan keutamaan Alloh atas hamba hamba pilihan

4.     Keinginan buruk berupa hilangnya ni’mat orang lain.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dari keterangan keterangan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa salah satu sumber penyakit hasad adalah sifat iri, dimana sifat iri ada pada setiap orang, sebagaimana dikatakan Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Majmu’ Al Fatawa

مَا خَلَا جَسَدٌ مِنْ حَسَدٍ لَكِنَّ اللَّئِيمَ يُبْدِيهِ وَالْكَرِيمَ يُخْفِيهِ

Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri). Namun, orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya sedangkan orang yang mulia (hatinya) akan menyembunyikannya.”

Bagi orang yang hatinya tidak sehat, sifat iri akan menghasilkan hasad yaitu sangat menginginkan hilangnya ni’mat orang lain,(تَمَنّى زَوالِ نِعَمِ اللّهِ تعالى عَنْ أخيْكَ المسلمِ), dan bagi orang yang hatinya sehat, sifat iri akan menghasilkan sifat ghibthoh, yaitu sebagaimana dikatakan dalam hadits Rosululloh SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar dari Bapaknya yaitu Umar

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ هَذَا الْكِتَابَ فَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَتَصَدَّقَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh iri  kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, hingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah), "

Dalam hadits ini iri dibolehkan apabila memberikan motivasi kepada kita untuk beramal lebih baik, dicontohkan disini, ingin membaca Al Qur’an seperti orang yang sudah menghafalnya, dan ingin bershodaqoh seperti sodaqohnya orang kaya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

 

Bila hasud Adalah perbuatan buruk yang membawa kepada kerusakan dan terhapusnya amalan, maka meninggalkan hasud akan membawa kepada kebaikan dan dimasukkan kedalam surga, dalam sebuah kisah disebutkan

Disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah duduk dengan beberapa sahabatnya, lalu Rasulullah bersabda: “Akan muncul seseorang dari penduduk surga,” lalu muncullah seorang Anshar dalam keadaan ia membawa sendalnya dan dalam keadaan dia habis berwudhu.

Keesokan harinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali bersabda: “Akan datang orang penduduk surga,” kemudian ternyata yang muncul orang itu lagi.

Keesokan harinya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali bersabda: “Akan muncul seorang penduduk surga,” ternyata yang muncul yang itu lagi.

Maka Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash merasa heran mengapa dia hebat sekali sampai dijamin langsung oleh Rasulullah bahwa ia termasuk penduduk surga. Maka ia pun datang kepada sahabat tersebut, kemudian ia meminta izin untuk tinggal selama tiga hari tiga malam lamanya. Hanya ingin melihat bagaimana amalan orang yang telah Rasulullah sebutkan bahwa ia penduduk surga.

Ternyata Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash tidak mendapatkan amalaan yang istimewa, bahkan disebutkan dalam riwayat bahwa sahabat ini mencukupkan diri dengan yang wajib-wajib saja tanpa yang sunnah.

Setelah tiga hari lamanya, Abdullah bin ‘Amr berkata: “Wahai Fulan, sesungguhnya aku menginap di sini karena aku ingin melihat bagaimana amalanmu. Karena Rasulullah tiga kali mengatakan engkau penduduk surga, tapi aku tidak mendapatkan sesuatu yang istimewa dari amalanmu.”

Orang ini berkata: “Demikian amalku, akan tetapi aku sama sekali tidak pernah dengki kepada siapapun juga.” Kata Abdullah bin ‘Amr: “Dengan ini kamu masuk surga.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Untuk menghindari sifat Hasud, maka kita harus memastikan hati kita sehat, karena kebaikan dan kesehatan hati adalah sumber dari kebaikan dalam hidup kita sebagaimana dikatakan Rosululloh

أَلاَ وَإِنَّ في الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهِيَ القَلْبُ (رواه البخاري ومسلم)

“Ingatlah sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh anggota badan dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh anggota badan, ketahuilah, ia adalah hati” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بِما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته إنّه هو الغفور الرحيم


الحمد الله ربّ العالمين وبِهِ نَسْتَعينُ على أُمور الدّنْيا والدّين والصّلاةُ والسّلامُ على سيّد المرسلين وخاتَمِ النّبيّين وإمام المُجا هدين سيّدِنا محمّدٍ وعلى ألِهِ وصَحْبهِ أجْمعين,أمّا بَعْدُ

فيا أيّها الحاضرون اتقوالله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلّا وانتم مسلمون أعوذ بالله من الشيطان الرّجيم بسم الله الرّحمن الرّحيم  ياأيّها النّاس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبثّ منها رجالا كثيرا ونساء,واتقوا الله الذي تسائلون به والارحام,إنّ الله كان عليكم رقيبا,وقال أيصا : إنّ الله وملائكته يُصلّون على النبيّ يا أيّها الذين أمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما,اللهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا وحبيبنا وشفيعنا ومولانا محمّد وسلِّم ورضي الله تبارك وتعالى عن كلّ صحابة رسول الله اجمعين,امين يا ربّ العالمين

اللهمّ اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والاموات,إنّك سميع قريب مَجيب الدّعوات يا قاضي الحاجات,ربّنا لا تُزغ قاوبَنا بعد إذْ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنّك انت الوهّاب,ربّنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطئنا ربّنا ولا تحمل علينا إصرا كما حملته على الذين من قبلنا ربّنا ولا تُحمّلنا ما لا طاقة لنا به واعف عنّا واغفر لنا وارحمنا انت مولانا فانصرنا غلى القوم الكافرين,ربّنا اتنا فى الدّنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النّار

عباد الله إنّ الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربَى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يَعِظُكم لعلّكم تذكّرون ولذكراللهُ اكبر(أقيموا الصلاة)

 

 

 

 

 

Da'wah adalah keajiban kita bersama,dengan blog ini hendak melaksanakan kewajiban tersebut.

Share this

Add Comments


EmoticonEmoticon